Bagian Tuba Fallopi : Pengertian, Struktur, Fungsi Dan Penyebabnya

Bagian Tuba Fallopi – Tuba fallopi atau saluran falopi yang berperan dalam ovulasi dan pembuahan, bisa mengalami sumbatan atau penyempitan. Bila tersumbat, sel telur tak bisa dibuahi sperma atau embrio yang terbentuk tidak dapat masuk ke rahim untuk berkembang. Kondisi ini yang membuah kehamilan sulit terjadi.

Tuba fallopi juga disebut oviduct, merupakan sepasang saluran yang berada pada rongga panggul, diantara rahim dan indung telur. Panjang saluran sekitar 7,5-10 cm. Walau terlihat kecil, saluran ini berperan secara integral dalam proses ovulasi dan pembuahan. Tanpa saluran fallopi, telur tidak dapat dibuahi dan embrio tidak dapat menjangkau rahim, sehingga mustahil untuk berkembang. Untuk lebih jelasnya mengani Tuba Fallopi simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Tuba Fallopi

Tuba fallopi atau yang juga sering disebut sebagai oviduk ialah saluran yang menghubungkan ovarium dengan rahim. Tuba fallopi berjumlah satu pasang, di kiri dan kanan. Fungsi utama dari saluran ini ialah sebagai jalur transportasi ovum dari ovarium ke rahim. Masing-masing tuba fallopi biasanya memiliki panjang sekitar 10-13 cm dengan diameter 0,5-1,2 cm.

Struktur Dan Bagian-Bagian Tuba Fallopi

Dinding dari tuba fallopi disusun oleh 4 lapisan utama yang diantaranya yaitu:

  • Lapisan Serosa “Lapisan teluar”.
  • Lapisan Subserosa/Lapisan Otot, yang merupakan lapisan yang terdiri dari pembuluh darah, pembuluh limfatik, otot lingitudinal dan otot sirkular. Otot pada lapisan ini berfungsi untuk menciptakan gerakan sehingga tuba fallopi dapat mentransportasikan ovum dari ovarium ke rahim.
  • Lamina Propria, sebagian besar lapisan ini merupakan pembuluh darah sehingga sering juga disebut dengan lapisan vaskular.
  • Lapisan Mucosa, lapisan yang tersusun oleh epitel kolumer bersiliata dan sel sekretori.
Baca Juga :  Struktur Ovarium : Pengertian, Bagian, Fungsi, Pengaruh Pertumbuhan, Gejala Dan Penyebabnya

Tuba Fallopi dapat terbagi menjadi 4 bagian utama yaitu:

  • Fimbriae, struktur seperti jari yang bersilia, bagian ini berfungsi untuk menangkap sel telur dari ovarium.
  • Infundibulum, tempat melekatnya fimbriae.
  • Ampula, bagian terluar dari tuba fallopi, biasanya merupakan tempat terjadinya fertilisasi “pertemuan sel sperma dengan sel ovum”.
  • Isthmus, merupakan saluran sempit yang menghubungkan ampula dengan rongga rahim “uterus”.

Bagian Tuba Fallopi : Pengertian, Struktur, Fungsi Dan Penyebabnya

Fungsi Tuba Fallopi

Fungsi utama dari tuba fallopi ialah sebagai saluran yang membawa sel ovum dari ovarium ke uterus “rahim”. Selain itu bagian ampula juga sering menjadi tempat bertemunya sel sperma dan sel ovum “fertilisasi”.

Tuba fallopi menjalankan fungsinya melalui kontrasi serta otot polos yang menciptakan gerakan peristaltik “gerakan mendorong”, nah gerakan inilah yang dapat membawa sel ovum ke rongga rahim. Gerakan ini dipengaruhi oleh sistem hormonal estrogen dan progesteron dan prostaglandin, juga dipengaruhi beberapa faktor dari luar tubuh.

Pada tuba fallopi juga terdapat silia yaitu struktur seperti rambut-rambut halus yang membantu pergerakan sel ovum. Perjalanan ini dapat memakan waktu berjam-jam atau bahkan mencapai hitungan hari. Terkadang terjadi kelainan yang menyebabkan hasil fertilisasi tidak masuk ke rahim, melainkan berkembang di tuba fallopi, kelainan seperti ini disebut kehamilan ektopik “kehamilan di luar kandungan”.

Penyebab Tersumbatnya Saluran Tuba Fallopi

Tuba fallopi biasanya tertutup oleh jaringan parut atau adhesi “bekas luka” pelvis, ini dapat disebabkan oleh banyak faktor termasuk diantaranya yaitu:

  • Penyakit radang panggul, penyakit ini dapat menyebabkan jaringan parut atau hidrosalping.
  • Endometriosis, jaringan endometrium dapat menumpuk di tuba fallopi dan menyebabkan penyumbatan atau jaringan endometrium di luar organ lain dapat menyebabkan perlengketan yang menghalangi tuba fallopi.
  • Infeksi menular seksual tertentu, Chlamydia dan gonore dapat menyebabkan jaringan parut dan menyebabkan penyakit radang panggul.
  • Kehamilan ektopik sebelumnya, ini bisa melukai saluran tuba.
  • Fibroid, pertumbuhan ini dapat memblokir tuba fallopi, terutama di mana mereka menempel ke rahim.
  • Operasi perut sebelumnya, pembedahan sebelumnya, terutama pada tuba fallopi sendiri dapat menyebabkan pelvis lengket yang menghalangi saluran.
Baca Juga :  Fungsi Otak Kecil : Pengertian, Struktur, Cara Kerja, Akibat Dan Penyebabnya Jika Terganggu

Enam kondisi diatas dalam hal ini dapat menyebabkan tersumbatnya saluran tuba fallopi.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Bagian Tuba Fallopi dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Baca Juga:

 

Bagian Tuba Fallopi : Pengertian, Struktur, Fungsi Dan Penyebabnya | Admin14 | 4.5
/* */