Difusi : Pengertian, Jenis, Proses, Faktor Yang Mempengaruhi Dan Contohnya

Posted on

Difusi – Dalam hal ini menurut para ahli semua benda yang ada di alam semesta pasti bergerak ke titik yang membuatnya menjadi stabil atau seimbang. Baik benda tersebut berukuran besar atau kecil sekalipun. Dalam proses menuju keseimbangan tersebut tentu harus melewati beberapa proses.

Dan bahkan partikel-partikel yang terkandung di dalam zat cair sekalipun juga akan bergerak atau berpindah. Terutama jika terdapat dua larutan yang memiliki konsentrasi yang berbeda. Bentuk perpindahan antara dua larutan lebih dikenal dengan istilah difusi.

Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai apa itu difusi dan bagaimana prosesnya. Mari disimak penjelasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Difusi

Difusi atau pembauran adalah suatu peristiwa berpindah atau mengalirnya suatu zat yang terdapat di dalam pelarut, dari larutan berkonsentrasi tinggi ke larutan berkonsentrasi rendah. Perbedaan konsentrasi yang terdapat pada dua larutan ini dikenal dengan istilah gradien konsentrasi.

Proses difusi akan terus terjadi pada kedua zat hingga seluruh partikel tersebar secara luas dan merata untuk mencapai titik kesetimbangan, perpindahan molekul tetap terjadi meskipun tidak ada perbedaan konsentrasi.

Ternyata proses difusi dapat melibatkan lebih dari dua zat, namun yang terpenting salah satu zat harus memiliki tingkat konsentrasi lebih tinggi daripada zat lainnya.

Semakin besar perbedaan konsentrasi antara dua daerah, maka semakin besar pula gradien konsentrasi yang menyebabkan semakin lambatnya kecepatan difusinya.

Bahkan apabila partikel suatu zat dapat bergerak bebas tanpa adanya hambatan oleh gaya tarik, maka dalam jangka waktu tertentu partikel-partikel tersebut tersebar merata ke dalam ruangan yang ada.

Baca Juga :  10 Jenis Jenis Awan

Jenis Jenis Difusi

Adapun Difusi terbagi menjadi dua jenis, antara lain:

Difusi Biasa

Difusi ini terjadi pada molekul atau partikel hydropobhic (tidak berpolar) dan biasanya terjadi pada sel yang ingin mengambil nutrisi. Partikel-partikel akan langsung berdifusi tanpa membutuhkan energi sehingga dapat melewati membran secara langsung.

Difusi Khusus

Difusi khusus terjadi pada sel yang ingin mengambil nutrisi dan juga pada partikel yang memiliki ion atau polar. Dalam prosesnya membutuhkan protein khusus agar partikel dapat melewati membran.

Difusi juga dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain:

  • Difusi padat, perpindahan molekul padatan yang berasal dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.
  • Difusi cair, perpindahan partikel cairan dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.
  • Difusi gas, perpindahan molekul-molekul udara yang berasal dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.

Proses Difusi

Proses difusi dapat terjadi apabila terjadi pergerakan suatu partikel zat dari tempat berkonsentrasi tinggi ke tempat yang berkonsentrasi rendah dengan melewati suatu membran sel.

Ada syarat yang harus terpenuhi oleh suatu partikel agar dapat melewati membran sel ketika sedang berdifusi yakni partikel harus berukuran sangat kecil dan dapat larut di dalam air atau lemak.

Proses difusi dapat berlangsung pada zat padat, cair dan gas. Proses ini juga tidak membutuhkan energi, oleh karena itu proses difusi disebut juga sebagai sistem transport pasif. Bahkan pergerakan partikel pada proses difusi berasal dari gerakan acak partikel-partikel zat yang berdifusi.

Faktor Yang Mempengaruhi Proses Difusi

Ternyata proses difusi dapat berlangsung cepat ataupun lama tergantung dari beberapa faktor yakni:

  • Ketebalan Membran
    Semakin tipis membran sel maka semakin cepat pula kecepatan difusi yang terjadi. Namun apabila membran yang digunakan terlalu tebal, tentu proses difusi berlangsung lambat.
  • Ukuran Partikel
    Ukuran partikel yang terlalu besar menyebabkan kecepatan difusi menjadi lebih lambat. Sebaliknya ukuran partikel yang lebih kecil menyebabkan proses difusi berlangsung lebih cepat.
  • Luas Area
    Semakin luas area tempat terjadinya difusi, maka semakin cepat pula proses difusi yang terjadi.
  • Suhu
    Suhu yang semakin tinggi menyebabkan partikel-partikel zat memperoleh energi lebih besar untuk bergerak sehingga kecepatan difusi juga semakin besar.
  • Jarak
    Jarak yang semakin dekat antara dua konsentrasi mengakibatkan kecepatan difusi juga semakin meningkat.
Baca Juga :  Transpor Aktif Pada Membran Sel

Contoh Difusi

Adapun contoh difusi diantaranya yaitu:

  • Ketika gula dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air panas, secara perlahan gula akan larut dan menyebar ke seluruh air di dalam gelas meskipun tidak diaduk sama sekali.
  • Air yang dididihkan di dalam ketel menghasilkan uap air yang akan berdifusi dengan udara.
  • Pengemasan suatu bahan menggunakan plastik, salam proses penyimpanan terjadi proses difusi oksigen dan uap air yang berasal dari lingkungan luar ke dalam plastik pengemas. Jumlah oksigen dan uap air yang masuk ke dalam plastik pengemas bervariasi tergantung permeabilitas dari plastik pengemas.
  • Parfum yang disemprotkan akan menyebar ke seluruh ruangan sebab terjadi proses difusi antara cairan parfum dengan udara.
  • Ikan air tawar yang diletakkan ke dalam air laut mengakibatkan volume tubuh ikan mengalami penyusutan. Hal ini disebabkan air laut bersifat hipertonik terhadap sel-sel tubuh makhluk hidup.
  • Kacang hijau yang direndam ke dalam air. Selama proses perendaman terjadi proses difusi antara air yang berasal dari luar ke dalam kacang hijau.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Difusi dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.