4 Fungsi Alveolus

Posted on

Fungsi Alveolus – Dalam hal ini salah satu sistem di tubuh manusia yang memiliki peran yang amat penting ialah sistem pernafasan. Pada sistem pernapasan tersusun oleh organ-organ penting yang fungsinya tidak dapat digantikan oleh orang lain, dan tak terkecuali organ paru-paru.

Paru-paru sendiri terdiri atas beberapa bagian dan bagian terpentingnya bernama alveolus, bagian ini dianggap sebagai awal dari zona pernapasan bagi mamalia termasuk manusia.

Pengertian Alveolus

Sebutan alveolus sendiri diberikan untuk roangga berlubang yang merupakan area kosong di dalam tubuh. Kata alveolus sendiri ialah bahasa Latin yang memiliki arti rongga kecil.

Namun istilah alveolus umumnya digunakan untuk penyebutan kantung udara kecil yang berada pada paru-paru mamalia. Letaknya dibagian parenkim paru-paru yakni ujung dari saluran pernapasan baik pada bagian kanan ataupun kiri paru-paru.

Masing-masing alveolus berbentuk cangkir dengan dinding yang amat tipis, dikelilingi oleh jaringan pembuluh darah bernama kapiler yang juga berdinding tipis. Alveolus dapat mengembang di ujung cabang saluran napas.

Alveolus jumlahnya sangat banyak, sekitar 480 juta dan dalam bentuk jamak disebut sebagai alveoli saling bersentuhan, mirip buah anggur yang terikat rapat, setiap alveolus mempunyai diameter mencapai 0,2 milimeter.

Alveolus mempunyai fungsi yang amat penting bagi sistem pernapasan. Perlu diketahui ketika manusia menghirup oksigen, alveolus akan mengembang, dan akan menyusut ketika sedang menghembuskan karbon dioksida.

Baca Juga :  Struktur Bronkus

Sel Sel Pada Alveolus

Dan perlu diketahui jika alveolus tersusun atas tiga jenis populasi sel, sel-sel tersebut diantaranya yaitu:

  • Pneumosit Tipe 1
    Ditemukan menutupi 95% permukaan alveolus. Fungsi utama dari pneumosit tipe 1 yakni menfasilitasi pertukaran udara, menjaga keseimbangan ion dan cairan di alveolus, dan melakukan komunikasi dengan pneumosit tipe 2 untuk mengeluarkan surfaktan sebagai respon melakukan peregangan.
  • Pneumosit Tipe 2
    Jumlahnya cukup sedikit dibandingkan dengan pneumosit tipe 1. Fungsi dari pneumosit tipe 2 adalah memproduksi dan mengeluarkan surfaktan paru-paru, mencegah alveolus kolaps, dan meregenerasi epitel alveolus setelah cedera.
  • Makrofag Alveolar
    Makrofag merupakan bagian dari monosit darah yang memiliki fungsi memberikan kekebalan tubuh. Tidak hanya itu saja, makrofag juga berfungsi membuat sel mati, pertikel kecil, serta bakteri yang tidak dapat tersaring dengan baik terangkut keluar oleh saluran pernapasan bagian atas.

Fungsi Alveolus

Lantas apa saja fungsi alveolus tersebut? Untuk menjawab pertanyaan tersebut berikut beberapa fungsi dari alveolus dalam sistem pernapasan manusia yaitu:

Sebagai Tempat Pertukaran Oksigen Dan Karbon Dioksida

Fungsi utama dari alveolus ialah sebagai tempat pertukaran oksigen menjadi karbon dioksida. Nantinya dari alveolus, oksigen akan dialirkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.

Sedangkan karbon dioksida dikeluarkan dari dalam tubuh melalui saluran pernapasan lewat hidung.

Dan perlu diketahui jika setiap menitnya alveolus dapat mengambil oksigen sekitar 5-8 liter udara. Ketika sedang beristirahat, alveolus dapat mengirim 0,3 liter oksigen ke darah setiap menit.

Oksigen yang dihirup oleh hidung masuk ke dalam paru-paru untuk kemudian menyebar melalui alveolus dan kapiler ke dalam darah.

Sedangkan karbon dioksida naik ke bronkial untuk kemudian dikeluarkan melalui hidung atau mulut. Proses ini berlangsung dengan cepat sehingga tidak ada yang dapat menyadarinya.

Baca Juga :  Pewarisan Sifat Manusia

Sebagai Pertahanan Saluran Pernapasan

Ketika sedang menghirup oksigen, terkadang beberapa partikel kecil dengan ukuran kurang dari 1 mikrometer dapat masuk ke dalam saluran pernapasan. Namun partikel tersebut masih dapat tersaring oleh alveolus sehingga tidak membahayakan tubuh.

Dan sedangkan untuk partikel dengan ukuran lebih kecil dari 0,5 mikrometer, akan tetap tersuspensi di dalam udara alveolus untuk kemudian dikeluarkan melalui ekspirasi.

Dalam kasus lain misalnya partikel asap rokok yang memiliki ukuran 0,3 mikrometer. Partikel tersebut hampir tidak ada yang mengendap di dalam saluran pernapasan sebelum akhirnya masuk ke alveolus.

Namun sekitar sepertiga partikel mengendap di dalam alveolus melalui proses difusi. Nantinya partikel-partikel yang terjebak didalam alveolus akan dikeluarkan oleh makrofag alveolus dan beberapa partikel lainnya dibawa keluar melalui aliran limfatik paru-paru.

Sebagai Ventilasi Paru-Paru

Alveolus dapat berfungsi sebagai ventilasi atau tempat keluar masuknya udara yang berada di atmosfer dengan udara di dalam paru-paru. Hal ini berkaitan erat dengan proses pertukaran oksigen menjadi karbon dioksida.

Oksigen bagi tubuh merupakan energi yang masuk melalui lubang hidung, sedangkan karbon dioksida adalah limbah atau sisa metabolisme tubuh yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh dengan cara menghembuskannya dari hidung.

Sebagai Tempat Memompa Darah Dari Paru-Paru

Darah yang membawa karbon dioksida, bergerak melalui pembuluh darah atau kapiler dindin alveolus. Setelah mencapai alveolus, karbon dioksida ditukar untuk diubah menjadi oksigen.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, alveolus adalah tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida dengan melalui proses menghirup dan menghembuskan.

Setelah darah mendapatkan oksigen, tahap berikutnya darah akan masuk ke serambi kiri untuk kemudian dibawa ke bilik kiri lalu diedarkan ke seluruh tubuh.

Baca Juga :  Fungsi Laring

Sebagai Tempat Penyimpanan Udara Di Dalam Tubuh

Fungsi alveolus yang tidak kalah penting adalah sebagai tempat penyimpanan udara. Meskipun hanya sementara, namun menyimpan udara ini dapat memaksimalkan penyerapan udara yang berisi oksigen ke dalam darah. Proses penyimpanan udara ini telah menjadi satu kesatuan di dalam sistem respirasi manusia.

Demikianlah pembahasan mengenai Fungsi Alveolus semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.

5/5 - (145 votes)