30 Fungsi Hati Pada Tubuh Manusia

Posted on

Fungsi Hati Pada Tubuh Manusia – Hati manusia adalah organ tubuh yang penting dan memiliki peran vital dalam berbagai fungsi tubuh. Hati manusia terletak di bagian kanan atas rongga perut, di bawah tulang rusuk. Organ ini memiliki bentuk yang agak seperti kantong dan terbagi menjadi dua bagian utama yang disebut lobus kanan dan lobus kiri. Hati juga terhubung dengan saluran empedu dan pembuluh darah.

Organ yang satu ini memiliki banyak sekali fungsi bagi tubuh kita. Nah dalam kesempatan kali ini, kami akan menjelaskan secara singkat apa saja fungsi hati bagi tubuh manusia, untuk lebih jelasnya simak pemaparannya dibawah ini.

Pengertian Hati

Istilah “hati” dapat memiliki beberapa makna tergantung pada konteksnya. Di sini, saya akan memberikan beberapa pengertian umum:

  • Organ Tubuh:
    Hati adalah organ internal pada manusia dan hewan vertebrata lainnya yang terletak di rongga perut. Organ ini memiliki berbagai fungsi penting, termasuk detoksifikasi zat-zat berbahaya, produksi empedu untuk pencernaan, dan penyimpanan gula darah dalam bentuk glikogen.
  • Simbolisme Emosional:
    Secara emosional, “hati” seringkali digunakan sebagai simbol perasaan dan emosi manusia, terutama yang terkait dengan cinta, kasih sayang, dan emosi mendalam lainnya. Misalnya, ungkapan “hati senang” atau “hati sedih” merujuk pada keadaan emosional seseorang.
  • Keinginan atau Niat:
    Dalam penggunaan sehari-hari, “hati” juga dapat merujuk pada keinginan atau niat seseorang. Misalnya, “hati-hati” dapat diartikan sebagai peringatan untuk berhati-hati atau berhati-hati dalam melakukan sesuatu.
  • Penggunaan Metaforis:
    Dalam beberapa konteks, “hati” juga dapat digunakan secara metaforis untuk menggambarkan pusat atau inti dari suatu hal. Misalnya, “hati kota” dapat merujuk pada pusat kota suatu daerah.

Penting untuk memahami konteks penggunaan kata “hati” agar dapat menentukan makna yang tepat dalam suatu percakapan atau tulisan.

Cara Kerja Hati

Cara kerja hati melibatkan berbagai fungsi kompleks yang esensial untuk kesehatan tubuh manusia. Berikut adalah beberapa aspek utama cara kerja hati:

  • Detoksifikasi:
    Hati berfungsi sebagai filter untuk membersihkan darah dari zat-zat berbahaya dan racun. Selama proses detoksifikasi, hati mengubah senyawa-senyawa beracun menjadi bentuk yang lebih mudah dikeluarkan melalui urine atau empedu.
  • Produksi Empedu:
    Hati menghasilkan empedu, cairan yang disimpan di kantung empedu dan dilepaskan saat tubuh membutuhkannya untuk mencerna lemak. Empedu membantu dalam proses pencernaan dan penyerapan nutrisi, terutama lemak, di dalam usus halus.
  • Metabolisme Nutrisi:
    Hati memainkan peran penting dalam metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Ini melibatkan penyimpanan dan pelepasan glukosa (gula darah), pembentukan glikogen dari glukosa, dan konversi asam lemak menjadi energi.
  • Penyimpanan Nutrisi:
    Hati berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara beberapa nutrisi, seperti glikogen (sebagai cadangan energi), beberapa vitamin, dan mineral. Selama keadaan tubuh memerlukan nutrisi tambahan, hati dapat melepaskan mereka ke dalam darah.
  • Pengaturan Kadar Gula Darah:
    Hati terlibat dalam pengaturan kadar gula darah dalam darah dengan mengontrol produksi dan pelepasan glukosa. Saat kadar gula darah rendah, hati melepaskan glukosa ke dalam darah; sebaliknya, saat kadar gula darah tinggi, hati dapat menyimpan glukosa dalam bentuk glikogen.
  • Pertahanan Imun:
    Hati juga memiliki peran dalam sistem pertahanan tubuh. Sel-sel Kupffer, yang merupakan sel-sel imun di hati, membantu melindungi organ ini dari infeksi dan partikel asing.

Cara kerja hati melibatkan koordinasi yang kompleks dari berbagai proses biokimia untuk memastikan keseimbangan dan fungsi tubuh yang optimal. Hati memainkan peran sentral dalam menjaga homeostasis dan mendukung kesehatan keseluruhan tubuh.

Struktur Hati

Hati adalah organ internal yang kompleks dan memiliki struktur yang terdiri dari berbagai bagian yang berbeda. Berikut adalah gambaran umum tentang struktur hati manusia:

  • Lobus Hati:
    Hati manusia terdiri dari dua lobus utama: lobus kanan dan lobus kiri. Lobus kanan dan kiri terbagi lagi menjadi segmen-segmen yang lebih kecil. Struktur ini memberikan hati bentuk yang mirip kantong dan memungkinkannya beradaptasi dengan bentuk rongga perut.
  • Ligamentum:
    Ligamentum adalah jaringan ikat yang menyokong dan mengikat hati ke dinding perut dan diafragma. Ligamentum ini membantu menjaga posisi hati di dalam tubuh.
  • Golongan Empedu:
    Hati terhubung dengan saluran empedu yang membawa empedu yang dihasilkan oleh hati ke kantung empedu. Dari sini, empedu dapat dilepaskan ke dalam usus halus saat dibutuhkan untuk membantu dalam pencernaan lemak.
  • Pembuluh Darah:
    Hati memiliki jaringan pembuluh darah yang kompleks. Arteri hepatik membawa darah yang kaya oksigen ke hati, sementara vena hepatik membawa darah yang telah melewati hati kembali ke jantung.
  • Sel-sel Hati (Hepatosit):
    Sel-sel utama hati disebut hepatosit. Hepatosit berperan dalam berbagai fungsi, termasuk detoksifikasi, produksi empedu, dan penyimpanan nutrisi. Selain itu, hepatosit membentuk struktur fungsional kecil yang disebut lobulus hati.
  • Kupffer Cells:
    Kupffer cells adalah sel-sel makrofag yang terdapat di hati dan berperan dalam sistem kekebalan tubuh, membersihkan darah dari bakteri dan partikel asing.
  • Sinusoid:
    Sinusoid adalah ruang di antara hepatosit yang memungkinkan darah mengalir melalui hati. Sel-sel hati dan sinusoid bekerja bersama-sama dalam berbagai proses biokimia.
  • Kantung Empedu:
    Hati terhubung dengan kantung empedu melalui saluran empedu. Empedu disimpan di kantung empedu dan dilepaskan ke dalam usus halus saat dibutuhkan untuk membantu dalam pencernaan lemak.
Baca Juga :  4 Fungsi Alveolus

Struktur hati yang kompleks dan fungsinya yang beragam menjadikannya organ yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan dan kesehatan tubuh manusia.

Bagian Bagian Hati

Hati manusia terdiri dari beberapa bagian yang berperan dalam melaksanakan fungsi-fungsi spesifik. Berikut adalah beberapa bagian utama dari hati:

  • Lobus Kanan dan Lobus Kiri:
    Hati terbagi menjadi dua lobus utama, yaitu lobus kanan dan lobus kiri. Lobus-lobus ini terletak di sisi kanan dan kiri organ tersebut, dan masing-masing memiliki fungsi-fungsi tertentu.
  • Lobulus Hati:
    Lobulus hati merupakan unit fungsional kecil yang terdiri dari sel-sel hati (hepatosit), sinusoid, dan saluran empedu. Setiap lobulus memiliki pusat di mana darah kaya oksigen masuk melalui arteri hepatik dan darah yang mengandung nutrisi dari usus halus masuk melalui vena portal.
  • Saluran Empedu:
    Hati menghasilkan empedu yang diperlukan untuk mencerna lemak. Empedu disalurkan melalui saluran empedu yang menghubungkan hati dengan kantung empedu dan kemudian ke usus halus.
  • Kantung Empedu:
    Kantung empedu adalah organ kecil yang berperan dalam menyimpan dan mengkonsentrasi empedu yang dihasilkan oleh hati. Ketika dibutuhkan untuk mencerna lemak, kantung empedu melepaskan empedu ke dalam usus halus melalui saluran empedu.
  • Vena Hepatik dan Arteri Hepatik:
    Vena hepatis membawa darah yang telah melalui hati kembali ke jantung, sedangkan arteri hepatis membawa darah kaya oksigen ke hati. Pertemuan antara vena hepatis dan arteri hepatis dalam hati membentuk sinusoid, yang merupakan jaringan pembuluh darah yang memungkinkan pertukaran zat-zat antara darah dan sel-sel hati.
  • Sel-Sel Hati (Hepatosit):
    Hepatosit adalah sel-sel utama di hati dan merupakan tempat terjadinya berbagai fungsi hati. Mereka terlibat dalam detoksifikasi, produksi empedu, penyimpanan nutrisi, dan metabolisme zat-zat penting lainnya.
  • Kupffer Cells:
    Kupffer cells adalah sel-sel makrofag yang terdapat di dalam sinusoid hati. Mereka berperan dalam membersihkan darah dari bakteri, partikel asing, dan sel-sel darah merah yang tua.
  • Sinusoid Hati:
    Sinusoid adalah ruang di antara hepatosit yang memungkinkan darah mengalir melalui hati. Mereka memberikan akses darah ke sel-sel hati sehingga proses metabolisme dan detoksifikasi dapat terjadi.
Baca Juga :  Organ-Organ Pencernaan Manusia: Ciri Dan Fungsinya

Struktur dan fungsionalitas yang kompleks ini memungkinkan hati untuk menjalankan peran penting dalam menjaga keseimbangan kimia tubuh dan melakukan berbagai fungsi kritis untuk kelangsungan hidup.

Letak Hati

Hati manusia terletak di rongga perut, di sebelah kanan atas. Beberapa ciri-ciri letak hati meliputi:

  • Di Bawah Tulang Rusuk:
    Hati biasanya terletak di bawah tulang rusuk di sebelah kanan atas abdomen. Sebagian besar hati berada di sisi kanan tubuh, tetapi sebagian kecil juga bisa melintasi ke sisi kiri tubuh.
  • Di Bawah Diafragma:
    Hati terletak di bawah diafragma, otot yang memisahkan rongga dada dan rongga perut. Seiring dengan pernapasan, hati bergerak sedikit, naik dan turun di bawah diafragma.
  • Berdekatan dengan Lambung dan Usus:
    Hati berdekatan dengan lambung dan usus, terutama bagian atas usus halus yang disebut duodenum. Saluran empedu hati juga berhubungan dengan sistem pencernaan.
  • Hubungan dengan Empedu:
    Hati terhubung dengan kantung empedu melalui saluran empedu, yang membawa empedu ke dalam usus halus untuk membantu dalam pencernaan lemak.
  • Ligamentum dan Struktur Penyangga:
    Hati terhubung dengan dinding perut dan diafragma melalui ligamentum, yang merupakan jaringan ikat penyangga. Struktur ini membantu menjaga hati dalam posisi yang tepat di dalam rongga perut.

Penting untuk diingat bahwa letak hati dapat bervariasi sedikit antarindividu, dan ukuran serta posisinya dapat berubah dalam beberapa kondisi kesehatan. Namun, dalam umumnya, hati berada di sisi kanan atas abdomen dan merupakan organ vital yang melaksanakan berbagai fungsi penting dalam tubuh manusia.

Fungsi Hati Pada Tubuh Manusia

Adapun beberapa fungsi hati diantaranya yaitu:

  • Detoksifikasi
    Hati disini memiliki fungsi sebagai penawar racun, makanan dan minuman yang kita konsumsi setiap hari berpotensi untuk racun yang akan merugikan tubuh kita. Untuk itu hati berfungsi sebagai penangkal segala sesuatu yang kita konsumsi yang diserap oleh tubuh, Bukan berarti hati dapat menghilangkan racun yang ada di dalam tubuh, hanya saja hati digunakan untuk meminimalisir racun yang masuk ke dalam tubuh kita. Untuk menghilangkan racun itu sendiri, kita harus pintar menjaga asupan makanan kita.
  • Menyimpan Kadar Gula Darah
    Glikogen atau yang biasa disebut dengan kadar gula darah merupakan sumber energi yang dapat membuat kita bergerak lebih aktif dalam beraktivitas, sedangkan jika kadar gula darah kita kurang maka tubuh kita akan selalu mengalami kelelahan dan lemas. Fungsi yang ditunjukkan hati di sini adalah sebagai penyimpan kadar gula darah jika kadar gula ini terlalu banyak dimakan untuk menyimpan kelebihan ini di hati yang akan dikeluarkan dari waktu ke waktu.
  • Sekresi Birubilin
    Birubilin sendiri di sini berfungsi sebagai pewarna pada feses dan urine kita, hal inilah yang dapat menentukan kesehatan liver kita. Sebelum digunakan untuk member warna biru, bilirubin sendiri harus mampu memecah senyawa sel darah merah yang bisa berbahaya dan harus segera dikeluarkan baik melalui feses maupun melalui urin.
  • Menyimpan Vitamin Dan Mineral
    Sama seperti fungsinya untuk menyimpan kadar gula darah, vitamin dan mineral disimpan secara berlebihan dan jika kekurangan, hati akan melepaskan apa yang dibutuhkan dalam tubuh. Vitamin yang disimpan di hati ialah vitamin yang larut dalam lemak A, D, E, K dan juga B12.
  • Pembentukan Sel Darah Merah
    Tubuh sangat membutuhkan hati untuk memproduksi sel darah merah karena sel darah merah ini dalam hitungan bulan akan dihancurkan sehingga dibutuhkan hati untuk membentuk sel darah merah baru.
  • Sistem Antibody
    Tidak hanya untuk dapat menahan racun, hati juga digunakan sebagai pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit yang mungkin menyerang tubuh untuk itu diperlukan suatu mekanisme pertahanan yang biasa disebut dengan sel Kupffer atau sistem makrofag. Mekanisme ini digunakan untuk secara efektif melawan bakteri atau virus yang dapat bersarang di dalam tubuh manusia. Selain sebagai anti bodi, hati juga berfungsi sebagai sistem imun yang sangat efektif bagi manusia.
  • Pengatur kadar gula
    Selain hati digunakan untuk menyimpan kadar gula, hati juga digunakan untuk mengatur kadar gula yang jika terlalu banyak dikonsumsi oleh tubuh dapat menyebabkan penyakit gula darah. Kadar gula darah akan digunakan sesuai kebutuhan tubuh, tidak lebih dan tidak kurang. Selain sebagai pengatur hati, juga berfungsi sebagai penghasil hormon yang dapat berhubungan dengan kadar gula (glukosa) darah dan juga sistem pencernaan.
  • Mengontrol Sirkulasi Tubuh
    Selain yang sudah dijelaskan di atas, hati juga memiliki lebih banyak fungsi bagi tubuh. Salah satu fungsi hati pada tubuh manusia yaitu hati juga memiliki fungsi untuk melancarkan peredaran darah pada tubuh manusia.
  • Membuat Protein Flasma
    Perlu diketahui juga bahwa fungsi hati dalam tubuh manusia adalah membuat protein flasma yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Anda juga harus mengetahui hal ini, karena ini dialami oleh semua makhluk hidup.
  • Menyempurnakan Eritrosit
    Fungsi lain hati dalam tubuh manusia adalah menyempurnakan sel darah merah yang sering disebut eritrosit. Untuk menyempurnakan eritrosit maka juga dengan bantuan beberapa zat. Yang bisa membantu adalah zat hermatin.
  • Pembuangan zat bilirubin
    Fungsi hati dalam tubuh manusia juga membantu tubuh manusia untuk mengeluarkan bilirubin. Bilirubin adalah zat yang ada di dalam tubuh manusia dan zat ini tidak baik untuk tubuh manusia, sehingga manusia juga harus membuang zat ini melalui sistem ekskresi.
  • Menyimpan Mineral
    Hati juga memiliki fungsi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia yaitu untuk menyimpan mineral. Mineral ini akan digunakan oleh sistem peredaran darah manusia, seperti halnya zat besi.
  • Menyimpan Glikogen
    Hati juga memiliki fungsi untuk menyimpan glikogen atau yang sering disebut gula otot. Gula otot bisa ada sebagai akibat dari perubahan yang terjadi antara glukosa itu sendiri. Glukosa disebabkan oleh hormon insulin, sehingga hati juga digunakan untuk mengontrol kadar gula darah.
  • Menghindari Penggumpalan Darah
    Menghindari penggumpalan darah yaitu dengan melakukan suatu proses atau metode untuk mengeluarkan protrombin dan fibrinogen
  • Mengubah Zat Makanan
    Nutrisi diubah sesuai dengan penggunaannya. Selain itu, fungsi hati juga digunakan sebagai perubahan zat makanan yang terjadi di dalam tubuh manusia dan diaborsi di usus manusia untuk kemudian disimpan pada suatu tempat di dalam tubuh manusia.
  • Menghasilkan Cairan Empedu
    Untuk fungsi hati yang satu ini ialah membantu empedu untuk menghasilkan sebuah cairan yang berupa empedu. Hasil dari Cairan empedu ini berasa; dari sel darah merah yang terdapat pada tubuh manusia serta yang telah di olah di dalam hati manusia. Cairan empedu yang terdapat  pada tubuh manusia ini memupunyai fungsi yang tersendiri yaitu berfungsi untuk megemulsikan lemak yang terdapat pada makanan. Kantong empedu ini juga juga dapat memberikan setengah liter setiap hari nya. Empedu yang terdapat pada tubuh manusia mempunyai warna hijau serta mempunyai rasa yang pahit.
Baca Juga :  Makanan Untuk Meningkatkan Metabolisme Tubuh

Berikut ini adalah Fungsi lain dari hati yang ada dalam tubuh manusia diantaranya yaitu sebagai berikut ini :

  • Membuang Zat Berbahaya (Kolesterol)
  • Untuk Mengontrol Sirkulasi Hormon
  • Untuk Mengontrol Asam Amino
  • Kekebalan Tubuh
  • Membasmi Antigen dan Mikroorganisme
  • Menghasilkan Zat Imun
  • Untuk Mengontrol Komposisi darah sesuai dengan Kandungan nya.
  • Menyimpan Hermatin
  • Mengeluarkan Glukosa apabila dibutuhkan
  • Pembentukan sel darah merah saat berada di dalam janin
  • Pembentukan urea
  • Menyimpan Vitamin yang larut lemak
  • Menghasilkan protrombin dan fibrinogen
  • Tempat sintesisi beberapa zat didalam tubuh

Demikianlah pembahasan mengenai Fungsi Hati Bagi Tubuh Manusia semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.