Fungsi Mineral

Fungsi Mineral – Dalam hal ini bukan rahasia lagi bahwa tubuh sangat memerlukan nutrisi untuk menjaga fungsinya. Beberapa nutrisi diperlukan dalam jumlah banyak dan ada pula yang diperlukan dalam jumlah sedikit.

Satu kelompok nutrisi yang diperlukan dalam jumlah sedikit tersebut yakni mineral, yang terdiri atas beragam jenis dari makanan. Kenali fungsi mineral selengkapnya dibawah ini.

Fungsi Mineral Bagi Tubuh

Fungsi mineral bagi tubuh sangatlah penting untuk menjaga kesehatan. Kebutuhan mineral dipengaruhi oleh keadaan fisiologi, umur, faktor kesehatan, cadangan dalam tubuh, serta interaksinya dengan mineral lain. Mineral juga bergantung pada sumber, bentuk yang dikonsumsi (organik atau anorganik).

Terdapat dua jenis mineral yang dibutuhkan tubuh yakni makromineral dan mikromineral. Makromineral ialah mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah lebih besar, dengan ukuran konsentrasi >50 mg/kg (50 ppm).

Sementara itu mikromineral adalah mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah lebih kecil, tapi tetap dibutuhkan secara lengkap dengan ukuran konsentrasi.

Fungsi minral bagi tubuh diperlukan untuk menunjang fungsi dan berbagai proses yang terjadi di dalam tubuh. Diperlukan pola makan baik yang sedapat mungkin harus memenuhi kebutuhan zat gigi yang diperlukan tubuh, termasuk mineral.

Mineral seperti yang dijelaskan oleh Prof. Maggy Thenawidjaja Suhartono, Ph.D, Guru Besar Teknologi Pangan dan Gizi dari IPB, diperlukan untuk metabolisme tubuh. Ahli Biokimia ini juga menjelaskan berbagai jenis-jenis mineral yang dibutuhkan tubuh serta efeknya jika tidak terpenuhi. Berikut ini fungsi mineral bagi tubuh.

Baca Juga :  Vitamin Adalah

Fungsi Mineral (Kalsium, Fosfor, Natrium, Dan Klorida)

Fungsi mineral bagi tubuh tentunya beragam tergantung jenisnya. Berikut beberapa diantaranya:

Kalsium (Ca)

Berfungsi sebagai pembentuk tulang, bekerjanya saraf, kontraksi otot, dan metabolisme sel. Salah satu dampak kekurangan kalsium adalah risiko osteoporosis.

Sumber makanan yang paling baik untuk sumber kalsium adalah susu dan produk olahannya, kepiting, udang, daging ayam, dan daging sapi. Kebutuhan kalsium untuk orang dewasa per hari adalah kurang lebih 4700 mg.

Fosfor (P)

Berfungsi untuk pembentukan tulang, mempertahankan pH darah, dan untuk metabolisme energi. Kekurangan mineral ini dalam tubuh dapat menimbulkan gangguan tulang, proses pertumbuhan, dan fertilisasi.

Sumber utama dari forfor adalah daging sapi, ikan, ayam, serta beberapa jenis sereal. Fosfor yang dibutuhkan oleh orang dewasa yaitu 700 mg per hari.

Natrium (Na)

Berfungsi membantu kerja saraf dan memperbaiki pertahanan cairan. Biasanya, kekurangan natrium ini jarang terjadi.

Klorida (Cl)

Mineral yang satu ini berguna sebagai elektrolit dan memproduksi asam lambung. Juga berfungsi sebagai imun, kofaktor enzim di hati untuk metabolisme komponen toksin. Kekurangan klorida, tubuh mengalami gangguan pertumbuhan, timbul rasa pusing, lemah, dan kram.

Fungsi Mineral (Sulfur, Magnesium, Kalium, Dan Zat Besi)

Fungsi mineral bagi tubuh tentunya beragam tergantung jenisnya. Berikut beberapa diantaranya:

Sulfur (S)

Berfungsi membentuk protein dan jaringan dalam tubuh. Defisiensi sulfur akan menimbulkan gangguan otot, sendi, dan kulit.

Sulfur terdapat di berbagai sumber makanan seperti ikan, susu, telur, serta ayam. Jumlah sulfur yang kamu perlukan adalah 800-900 mg/hari.

Magnesium (Mg)

Berfungsi sebagai zat pembentuk sel darah merah yang mengikat oksigen dan hemoglobin. Juga sebagai kofaktor enzim, fungsi otot, dan saraf. Kekurangan magnesium menimbulkan risiko kejadian penyakit jantung koroner, diabetes tipe-2, serta gangguan fungsi otot dan saraf.

Baca Juga :  Pemupukan Anorganik : Kelebihan, Kekurangan, Cara Pemupukan Dan Gambarnya Lengkap

Kalian dapat menemukan magnesium dalam berbagai jenis kacang, tahu, tempe, sayuran yang berdaun hijau, daging sapi, dan cokelat. Sementara untuk orang dewasa, magnesium yang diperlukan adalah sekitar 310-50 mg/hari.

Kalium (K)

Dibutuhkan sebagai pembentuk aktivitas otot jantung, regulasi osmosis, fungsi otot dan saraf, kofaktor enzim, dan sebagai metabolisme energi. Kekurangan kalium akan memunculkan gejala seperti diare, muntah, lemah otot, serta turunnya tekanan darah.

Zat Besi (Fe)

Berguna mengantarkan oksigen, metabolisme energi, kofaktor enzim, fungsi otak dan otot, serta memperkuat sistem imunitas dalam tubuh. Kekurangan zat besi dapat mengakibatkan anemia, pertumbuhan terhambat, lemah, dan lesu.

Fungsi Mineral (Tembaga, Iodium, Selenium, Dan Cobalt)

Fungsi mineral bagi tubuh tentunya beragam tergantung jenisnya. Berikut beberapa diantaranya:

Tembaga (Cu)

Serupa dengan zat besi, tembaga berfungsi sebagai kofaktor enzim, metabolisme energi, membantu fungsi saraf, bersifat antioksidan, dan melakukan sintesis jaringan pengikat. Defisiensi tembaga dapat mengakibatkan anemia, gangguan fungsi saraf, depigmentasi rambut, serta gangguan tulang.

Iodium (I)

Berfungsi sebagai pembentu zat tirosin yang terbentuk pada kelenjar tiroid. Selain itu, berguna dalam fungsi reproduksi, metabolisme, dan pertumbuhan. Kasus terbanyak dari kurangnya mineral iodium adalah gondok. Kekurangan iodium juga menyebabkan tubuh kerdil, pertumbuhan terhambat, serta gangguan mental.

Saat ini sudah banyak garam yang ditambahkan iodium di dalamnya, sehingga kamu bisa mendapatkan iodium hanya dengan menggunakan garam pada masakan. Kebutuhan yang diperlukan adalah sekitar 150 mg/hari.

Selenium (Se)

Berfungsi sebagai komponen antioksidan, mengatasi racun seperti hidrogen peroksida, membantu hormon, sistem imun, dan melindungi sel dari proses oksidasi sendiri. Gangguan yang akan muncul akibat kekurangan selenium adalah masalah jantung dan gangguan sistem kekebalan tubuh.

Baca Juga :  Fungsi Lemak

Kalian bisa menemukan selenium di dalam bawang, susu dan produknya, serta daging ayam. Sementara selenium yang dibutuhkan adalah sekitar 30 mcg/hari

Cobalt (Co)

Berfungsi sebagai kofaktor untuk pembentukan vitamin B12 (kobalamin) yang membantu proses pembuatan sel darah merah. Kekurangan cobalt dapat mengakibatkan defisiensi vitamin B12.

Fungsi Mineral (Kromium, Mangan, Zinc, dan Fluoride)

Fungsi mineral bagi tubuh tentunya beragam tergantung jenisnya. Berikut beberapa diantaranya:

Kromium (Cr)

Berfungsi sebagai regulator hormon insulin dan pertumbuhan. Defisiensi mineral ini dapat meningkatkan kadar gula dalam darah.

Sumber dari kromium adalah sereal, daging, serta beberapa jenis kerang laut. Kamu hanya membutuhkan 25-35 mg kromium per hari.

Mangan (Mn)

Berfungsi sebagai kofaktor enzim, berguna untuk metabolisme energi, pembentukan tulang, juga kofaktor enzim superoksida dismutase (enzim antioksidan). Kekurangan mineral mangan dapat mengakibatkan gangguan tulang dan hati.

Mangan dapat kamu temukan di dalam udang, gandum, serta beberapa jenis biji kering, seperti wijen. Sedangkan mangan hanya dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang mencapai 1,8-2,3 mg/hari.

Zinc (Zn)

Berguna untuk menjaga fungsi membran, sistem imun, kofaktor enzim untuk ekspresi gen, dan berfungsi sebagai antioksidan. Defisiensi zink dapat menyebabkan gangguan kulit, pertumbuhan terhambat, menurunnya kadar kolesterol baik HDL, serta menurunnya nafsu makan.

Flourida (F)

Membantu metabolisme kalsium (Ca) dan fosfor (P), komponen matriks tulang dan gigi, serta menghambat pembentukan karang gigi. Kekurangan fluorida dapat menyebabkan kerusakan gigi.

Bayam, kacang kedelai, dan bawang adalah sumber utama dari flouridaalam sehari. Kamu hanya membutuhkan flourida sebanyak 2,5-3 mg.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Fungsi Mineral dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.

 

Fungsi Mineral | Admin14 | 4.5
/* */