18 Hewan Paling Beracun Di Dunia

Posted on

Hewan Paling Beracun – Nah setiap hewan memiliki mekanisme tersendiri demi melindungi dirinya dari mangsa.

Dan salah satu bentuk mekanisme pertahanan diri yakni dengan memiliki racun di dalam tubuhnya.

Racun ini dapat bekerja dengan berbagai cara seperti melalui gigitan, semburan atau tidak sengaja dikonsumsi.

Efeknya beragam namun yang terparah dapat menyebabkan kematian.

7 Hewan Paling Beracun Di Dunia

Lantas hewan apa saja yang dianggap paling beracun di dunia? Nah berikut ini ulasannya:

Katak Panah Beracun

Hewan katak ini bisa dengan mudah dibedakan dengan katak lainnya. Katak panah beracun memiliki tubuh berwarna cerah dan motif berwarna-warni namun sangat beracun.

Racun yang dihasilkan oleh katak panah beracun di sebut dengan batrachotoxin.

Dan apabila terkena racun ini tubuh akan dengan mudah menjadi lumpuh, gagal nafas yang berujung pada kematian.

Hal yang menarik yakni bawah katak panah beracun memperoleh racun di tubuhnya dari bahan kimia yang mereka konsumsi.

Dan sedangkan apabila katak panah beracun di pelihara dalam sebuah penangkaran, katak ini justru tidak beracun. Sangat berbeda dengan katak yang hidup di alam liar.

Ular Laut Belcher

Ular yang berasal dari keluarga Elapidae ini merupakan ulat laut yang paling terbiasa bahkan kematian di dunia. Untuk satu tetes bisa dari ulasr laut Belcher dapat membunuh manusia hanya dalam hitungan menit saja.

Bisa ular laut belcher 100 kali lebih mematikan dibandingkan dengan hewan berbisa yang ada di darat. Jika tergigit oleh ular ini korban akan merasakan muntah yang ekstrim, mual, sakit perut, migraine, diare, kejang, kelumpuhan, hysteria, perdarahan yang tidak dapat terkendali, gagal nafas hingga kematian.

Ular laut belcher dapat diketahui dari ciri fisiknya yang berwarna belang coklat dan putih, ramping, dengan bentuk kepala yang pendek, serta ekor yang berbentuk pipih. Ular laut belcher dapat berenang dengan kecepatan 12 mil per jam dan bertahan di bawah air antara 7 hingga 8 jam.

Ular ini banyak tersebar di lautan tropis mulai dari Fiji, Papua, Filipina, Solomon, Tonga, Tuvalu, Vanuatu, Malaysia, dan Filipina.

Katak Tebu

Bentuk untuk fisik hewan katak tebu tidak berbeda dengan katak-katak pada umumnya. Hal ini membedakannya dengan katak lainnya yakni terdapat kelenjar racun bernama bufotoxic, racun paling mematikan di dunia.

Racun yang dimiliki katak tebu berada di bagian kulitnya. Kekuatan racun dapat membunuh berbagai hewan salah satunya anjing. Bahkan ketika masih berbentuk kecebong (salah satu tahap metamorfosis katak), mereka telah memiliki racun dan sangat berbahaya bagi hewan yang memakannya.

Ikan Buntal

Ikan buntal atau ikan fugu memang terkenal tidak hanya dapat mengubah bentuk tubuhnya seperti balon, tetapi juga memiliki racun di dalam tubuhnya. Racun tetrodotoksin yang dimiliki ikan buntal merupakan racun menyerang sistem saraf dan sangat mematikan.

Racun tetrodotoksin dianggap lebih mematikan dibandingkan dengan sianida. Apabila terkonsumsi oleh sekitar 1-2 miligram racun tetrodotoksin murni sudah tentu dapat menyebabkan kematian.

Di Jepang ikan buntal banyak dijadikan sebagai bahan makanan sushi atau sashimi. Namun hanya chef bersertifikat sajalah yang dapat mengolahnya. Selain itu racun ikan buntal tidak bisa dihilangkan meskipun telah dimasak atau dibekukan terlebih dahulu.

Diperkirakan ada sekitar 5 hingga 10 kasus kematian di Jepang akibat mengkonsumsi ikan buntal dengan cara yang tidak benar.

Gurita Cincin Biru

Gurita yang memiliki nama latin Hapalochlaena tersebut menjadi salah satu hewan laut beracun di dunia. Gurita cincin biru memiliki ciri yang khas dan berbeda dengan gurita pada umumnya. Sesuai namanya gurita ini terdapat corak seperti cincin berwarna biru di sekujur tubuhnya.

Racun yang dihasilkan oleh gurita cincin biru dapat menyebabkan mual, kebutaan, kelumpuhan, gagal nafas, hingga kematian. Diperkirakan racun pada gurita cincin biru dapat membunuh sekitar 26 orang dewasa sekaligus.

Gurita cincin biru bisa ditemukan di perairan sekitar Jepang, Filipina, Indonesia, Papua New Guinea, hingga Australia.

Ubur-Ubur Kotak

Ada beragam jenis ubur-ubur yang tersebar di seluruh perairan di dunia. Namun ubur-ubur kotaklah yang dianggap sebagai hewan paling beracun. Bentuk tubuhnya hampir seperti kotak dan berwarna transparan sehingga sangat sulit untuk ditemukan.

Racun ubur-ubur kotak terdapat pada bagian tentakelnya yang menghasilkan nematocysts. Apabila tersengat racun dari ubur-ubur kotak, tekanan darah menjadi meningkat, hingga berdampak pada serangan jantung dan berujung pada kematian.

Ubur-ubur kotak banyak ditemukan di perairan Asia hingga Australia. Apabila tersengat oleh ubur-ubur ini sebaiknya rendam luka menggunakan cairan cuka selama kurang lebih setengah jam dan segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Ular King Cobra

Siapa yang tidak kenal reptil yang satu ini. Ular King Cobra memang terkenal sebagai hewan paling beracun di dunia, tidak heran jika reptil ini tergolong hewan soliter. Ular ini banyak ditemukan di hutan, tersebar dari kawasan India, Tiongkok hingga Indonesia.

Salah satu ciri dari ular king cobra yakni bagian kepala yang dapat menipis saat menegakkan kepalanya. Selain itu ular king cobra dapat meludahkan racun dari taringnya ke arah mangsa.

Apabila tergigit, racun atau bisa dari ular king cobra dapat segera membekukan pembuluh darah hingga berujung pada kematian hanya dalam hitungan menit saja. Setidaknya dalam 7 ml racun ular king cobra dapat membunuh 1 ekor gajah atau setara dengan 20 manusia.

Kalajengking Deathstalker

Secara umum, hampir semua kalajenking memiliki racun yang terdapat pada bagian ekornya. Efek sengatan kalajengking pun berbeda-beda, mulaid ari bengkak ringan bahkan menyebabkan kematian seperti racun akibat sengatan kalajengking deathstalker.

Serangga berbisa berwarna kuning ini hidup di kawasan gurun, meliputi Israel, Timur Tengah dan Afrika Utara. Sengatannya sangat mematikan dengan didahuli rasa sakit yang lauar biasa, kelumpuhan, gangguan pernapasan hingga kematian.

Laba-laba Pisang

Laba-laba pisang atau brazilian wandering spider adalah laba-laba paling berbisa di dunia. Bahaya racunnya bahkan tercatat dalam Guiness Book of Record pada tahun 2007.

Racun serangga bernama latin Phoneutria nigriventer ini dapat menyebabkan kelumpuhan hingga kematian. Seseorang yang tergigit akan merasakan sakit luar biasa akibat racun serotonin yang dimilikinya.

Kumbang Spanyol

Kumbang spanyol adalah sejenis kumbang lebih yang menghasilkan racun cantharidin. Racun ini digunakan untuk melindungi diri dari pemansa. Racun akan terserap oleh kulit saat terjadi kontak dan menyebabkan rasa sakit seperti terbakar.

Selain itu, bila kumbang spanyol termakan, maka racun tersebut akan menyebabkan bisul kulit melepuh, serta pendarahan di saluran pencernaan. Tidak menutup kemungkinan pula, orang yang keracunan akan mengalami kematian.

Siput Kerucut

Siput adalah hewan yang bergerak lambat, termasuk pula siput kerucut. Siput ini memiliki gigi yang telah berevolusi dan berlubang yang disebut radulae. Gigi ini sangat tajam dan bisa menembus pakaian selam.

Racun siput kerucut diyakini bisa membunuh 20 manusia sekaligus. Oleh sebab itu, kita patut waspada jika tengah berada di perairan habitat siput ini.

Kadal Berkulit Kasar

Kadal berkulit kasar adalah jenis salah satu jenis salamander mematikan di dunia. Tubuhnya mengandung racun tetrodotoxin yang dapat membunuh pemangsanya.

Selain itu, kadal ini juga menghasilkan bau menyengat sebagai bentuk peringkatan. Orang atau hewan yang mengonsumsi kadal berkulit kasar akan mengalami mati rasa disusul serangan jantung.

Striated surgeonfish

Meski bentuknya tidak menyeramkan, spesies ini termasuk ikan beracun. Racun ini dihasilkan dari sumber makanan mereka, yaitu dinoflagellata yang menghasilkan maitotoxin.

Racun tersebut akan menumpuk dalam daging ikan dan jika ikan tersebut dikonsumsi manusia, maka bisa menyebabkan risiko kematian. Beberapa data menunjukkan bahwa racun ikan ini telah mengenai 20 ribu sampai 50 ribu orang setiap tahun. Gejala racun yang ditimbulkan mirip seperti keracunan makanan pada umumnya.

Ular Taipan Pedalaman

Dari sekian banyak hewan beracun di dunia, ular merupakan salah satu diantaranya. Selain king kobra, ada ular lain yang juga tak kalah mematikan. Spesies ini adalah ular taipan yang berasal dari Australia.

Hewan melata ini mempunyai racun neurotoksin yang sanggup membunuh orang dalam jangka 45 menit.Untungnya, telah ada serum atau obat untuk mengatasi gigitannya.

Ikan Lepu Batu

Ikan ini patut diwaspadai oleh para penyelam. Sebab ikan lepu batu secara fisik mirip seperti batuan di dasar laut. Ikan ini memiliki duri yang mengandung racun. Akibat dari racunnya adalah  pembengkakan, nekrosis jaringan, kelumpuhan, syok hingga kematian. Serangan ikan batu pun sangat cepat, yaitu hanya 0,015 detik.

Orang yang terkena racun ikan ini akan merasakan sakit luar biasa. Untuk mencegah kematian, korban harus cepat ditangani. Caranya adalah dengan membawa ke permukaan air, kemudian kompres luka dengan air panas sekaligus dilarikan ke rumah sakit.

Burung Hooded Pitohui

Mungkin kita tak akan mengira jika ternyata ada burung yang mempunyai racun. Contohnya adalah Hooded pitohui yang memiliki racun jenis neurotoksin (racun saraf) di kulit dan bulunya bernama homobatrachotoxin.

Racun ini bisa menyebabkan mati rasa dan kesemutan jika terkena kulit manusia. Efeknya akan lebih berbahaya jika mengenai hewan yang lebih kecil. Berdasarkan penelitian, racun neurotoksin di kulit burung pitohui berasal dari kebiasaannya memakan kumbang.

Bintang Laut Sisir

Bintang laut sisir mengandung racun tetrodotoxin, yaitu jenis neurotoksin kuat yang bisa menyebabkan kelumpuhan hingga kematian karena gangguan pernapasan.

Setiap gram daging hewan ini mengandung racun yan sanguup membunuh 520 tikus. Hal yang mengkhawatirkan, hingga kini belum ada obat penawarnya.

Lebah Madu Afrika

Lebah Afrikanisasi juga dikenal sebagai lebah pembunuh. Lebah ini adalah keturunan lebah Afrika bagian selatan yang didatangkan ilmuwan Brazil apda tahun 1956.

Awalnya lebah ini dikembangbiakkan sebagai lebah madu di daerah tropis Amerika Selatan. Namun karena sifatnya yang terlalu defensi, maka mereka sangat mudah bereaksi terhadap gangguan. Sengatannya yang mematikan pun tak jarang memakan korban.

Demikianlah pembahasan mengenai Hewan Paling Beracun semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.