16 Hewan Yang Hidup Di Antartika

Posted on

Hewan Yang Hidup Di Antartika – Dalam hal ini salah satu tempat yang paling dingin di planet Bumi yang berada di bagian paling selatan yakni Kutub Selatan atau bisa juga disebut dengan Antartika.

Antartika menjadi benua paling kecil di dunia dan saat ini dijadikan sebagai tempat penelitian atau laboratorium oleh para ilmuwan dari berbagai belahan dunia setiap tahunnya.

Tidak semua makhluk hidup dapat hidup di tempat ekstrim ini, hanya tumbuhan dan hewan tertentu saja yang mampu beradaptasi pada lingkungan dingin ini.

Hewan Yang Hidup Di Antartika

Berbicara tentang hewan, berikut ini daftar hewan-hewan yang hidup di Antartika yaitu:

Anjing Laut Berbulu

Anjing laut berbulu diketahui memiliki hubungan lebih dekat dengan singa laut dibandingkan dengan anjing laut sejati. Anjing laut berbulu mempunyai telinga luar (pinnae), kaki depan yang panjang dan berotot, serta mempunyai kemampuan untuk berjalan dengan empat kaki.

Sesuai namanya, anjing laut ini memiliki bulu bawah yang padat. Ukuran tubuh jantannya lebih besar 2 hingga 5 kali dari ukuran tubuh betina, dengan ukuran kepala, leher, dan dada yang secara proporsional lebih besar.

Anjing Laut Weddell

Anjing laut weddell pertama kali ditemukan oleh James Weddell pada tahun 1980-an. Anjing laut ini memiliki panjang tubuh sekitar 2,5 – 3,5 meter dan berat 400 – 600 kg, tidak heran jika anjing laut weddel masuk sebagai salah satu anjing laut terbesar dengan sirip depan berukuran lebih pendek daripada panjang tubuhnya.

Anjing laut weddell betina lebih berat dibandingkan dengan jantan meskipun keduanya memiliki panjang yang sama. Ciri khas dari anjing laut weddell yakni terdapat semacam mantel bulu tipis yang menelilingi tubuh, kecuali area di sekitar sirip.

Anjing Laut Crabeater

Maskipun memiliki nama crabeater, anjing laut ini tidak memakan kepiting. Pemberian nama mengacu pada bentuk gigi halus yang disesuaikan untuk menyaring makanannya yakni krustasea.

Ukuran anjing laut crabeater dewasa sekitar 2,3 meter dengan berat rata-rata 200 kg. Ukuran anjing laut betina lebih panjang 6 cm dan lebih berat 8 kg dibandingkan dengan jantan.

Baca Juga :  Gambar Metamorfosis Lebah : 4 Tahapan Dan Prosesnya

Tubuh anjing laut crabeater ditutupi oleh bulu berwarna coklat atau abu-abu keperakan dengan warna gelap di bagian sirip.

Anjing Laut Leopard

Anjing laut leopard atau macan laut tutul termasuk spesies anjing laut terbesar kedua di Antartika. Anjing laut leopard merupakan anjing laut pagofilik atau pecinta es dan hidup secara soliter, kecuali induk dan anak-anak anjing laut leopard yang baru lahir.

Anjing laut leopard sering mengeluarkan suara yang khas terutama di bawah air selama musim panas. Anjing laut jantan mengeluarkan suara yang amat keras yakni 153 – 177 dB.

Anjing laut leopard dapat dengan mudah diketahui dari warna tubuhnya yakni abu-abu tua dengan corak hitam mirip macan tutul pada bagian punggung, di bagian perut berwarna pucat yakni putih hingga abu-abu terang.

Penguin

Penguin merupakan hewan akuatik jenis burung yang tidak dapat terbang dan hanya ditemukan di Antartika. Salah satu spesies penguin terbesarnya yakni penguin kaisar yang memiliki tinggi mencapai 1,1 meter dan berat 35 kg bahkan lebih.

Secara umum penguin yang berukuran besar lebih dapat mempertahankan suhu tubuh sehingga tahan dalam udara dingin. Makanan utama penguin yakni krill, ikan, cumi-cumi dan hewan air lainnya. Sayap yang dimiliki penguin bukan untuk terbang, melainkan untuk mendayung saat sedang berenang.

Gajah Laut Selatan

Gajah laut masuk sebagai jenis pinnipedia yakni hewan mamalia air yang mampu berjalan di darat menggunakan sirip dan masih satu keluarga dengan anjing laut. Gajah laut selatan (Mirounga leonine) merupakan gajah laut yang hidup di perairan sekitar Antartika.

Gajah laut selatan menjadi jenis gajah laut paling besar di dunia, dengan panjang maksimal mencapai 6 meter dan berat 5 ton. Ukuran tubuh gajah laut selatan jantan 2 kali lebih panjang dari betina, dan beratnya dapat mencapai 6 hingga 7 kali lipat dari berat gajah laut betina.

Burung Fulmar Selatan

Burung ini juga dikenal dengan nama fulmar Antartika atau fulmar abu-abu perak. Burung ini dapat dicirikan dengan warna bulunya yakni abu-abu pucat di bagian atas dan putih pada bagian bawah dan sayapnya.

Burung fulmer selatan memiliki panjang tubuh antara 45 hingga 50 cm, lebar sayap 110 – 120 cm, dan berat rata-rata untuk burung jantang sekitar 795 g dan betina 740 gr. Makanan utama burung fulmar yakni ikan, cumi-cumi, dan krill.

Baca Juga :  Fungsi Sitoplasma

Anjing Laut Ross

Anjing laut Ross ditemukan pertama kali pada ekspedisi Ross di tahun 1841 dan menjadi satu-satunya jenis dari genus Ommatophoca. Anjing laut ross dapat dicirikan dari ukuran mata yang besar dan tidak proporsional, memiliki moncong lebar dan pendek, dengan ukuran bulu paling pendek dibandingkan dengan anjing laut lainnya.

Rata-rata panjang tubuh anjing laut ross sekitar 1,68 – 2,09 meter dan berat 129 – 216 kg. Sedangkan ukuran tubuh anjing laut betina sedikit lebih besar dibandingkan dengan jantan. Keunikan lain dari anjing laut ross yakni dapat mengeluarkan suara seperti kicauan mirip sirene saat mereka berada di daratan ataupun di dalam air.

Ikan Paus

Jangan salah, di Kutub Selatan ini juga terdapat Ikan Paus yang mampu bertahan hidup di dinginya daerah tersebut. Untuk ikan paus yang ada disini berjenis Baleen, dimana ukurannya lebih besar dari paus pada umumnya serta memiliki dua lubang sembur dibagian atas kepalanya.

Serta ada juga jenis ikan paus bergerigi dimana mereka suka sekali berburu mamalia besar seperti ikan besar maupun cumi. Yang unik, 2 jenis Ikan Paus tersebut bakalan ada di Antartika pada saat musim dingin, dan mereka bakalan bermigrasi ke Kutub Utara pada saat musim panas untuk berkembang biak.

Meski pada dasarnya hewan ini cuman memakan hewan-hewan kecil, akan tetapi jangan salah paham dikarenakan hewan satu ini juga tergolong spesies hewan dengan gigitan terkuat di dunia, dan memiliki sifat yang cukup agresif.

Burung Laut

Binatang yang hidup di Antartika selanjutnya adalah burung laut, ini adalah spesies burung yang memiliki kemampuan terbang jauh. Yang menarik, Burung Laut ini memiliki kemampuan bertahan hidup di lautan dan di daratan.

Hewan ini memiliki selaput kaki, serta bulu-bulu yang begitu tebal untuk memungkinkan mereka bisa bertahan hidup dalam cuaca yang ekstrim. Ada 35 spesies Burung Laut yang berada di Kutub Selatan, salah satunya adalah penguin.

Ketika musim panas tiba saat makanan berlimpah, Burung Laut ini bakalan datang ke Antartika untuk makan dan berkembang biak. Sementara pada saat musim dingin tiba, hewan ini bakalan bermigrasi ke Kutub Utara.

Bintang Bulu Antartika

Selain yang ada di daratan, ada juga spesies di lautan mungkin jarang diketahui oleh banyak orang. seperti Bintang Bulu Antartika, dimana hewan ini hidup di dasar Samudera Selatan di dekat pantai benua.

Baca Juga :  Klasifikasi Amfibi

Berbeda dengan spesies bintang bulu lainnya, dimana hewan ini lebih suka hidup di air bersuhu dingin. Mereka mampu berenang dengan cukup anggun karena mereka terkoordinasi dengan baik setuap kali bergerak.

Sisir Jeli

Hewan ini memiliki kulit transparan yang lembut serta memiliki delapan baris sisir silia yang berguna untuk mereka berenang di pantai Antartika. Sisir Jeli ini dikenal sebagai mahkluk terbesar yang berenang menggunakan cara tersebut.

Hewan kecil ini memiliki bentuk sepert lonceng, dan ada juga yang berbentuk bola. Ketika ada cahaya yang menyorot kepada hewan ini, maka mereka pun bakal memancarkan warna berbeda yang begitu cantik.

Kepiting Hoff

Binatang yang hidup di Antartika selanjutnya kali ini adalah Kepiting Hoff, dimana kepiting berbulu ini hidupnya berada di dasar laut. Kepiting ini pertama kali ditemukan di East Scotia Ridge di Samudera Selatan, dimana suhu perairan disitu mencapai 0 derajat celcius.

Kepiting Hoff ini memiliki wujud berbulu dimana bagian tersebut berfungsi untuk menangkap bakteri. Kepiting tersebut memakai mulutnya untuk mengikis bakteri tersebut dan menggunakan mereka sebagai makanan sehari-hari.

Cacing Skala Antartika

Hewan ini bisa ditemukan di dasar laut Samudera Selatan dengan tampilan yang cukup menakutkan, hewan ini memiliki panjang sekitar 20 cm dengan lebar sekitar 10 cm. Bentuk tubuhnya yang pipih membuat Cacing Skala Antartika ini masuk dalam keluarga Polynoidae.

Sandhopper

Sandhopper ini merupakan sejenis hewan yang sebangsa krustasea seperti kepiting, udang, maupun lobster. Yang menarik, hewan tersebut mampu hidup di perarian dingin Antartika, namun mereka juga bisa hidup di daratan.

Seperti halnya keluarga krustasea di daerah kutub, ukuran dari Sandhopper ini masih lebih besar dibandingkan sejenisnya yang hidup di iklim sedang. Yang unik, hewan ini mampu melompat cukup jauh untuk menghindari gangguan dari para predatornya.

Babi Laut

Babi Laut / teripang di Antartika ini memiliki panjang sekitar 10 – 15 cm dan tampilan mereka seperti babi ternak, hal itu dikarenakan warna kulit mereka yang transparan dengan warna seperti merah muda. Hewan ini akan cukup mudah anda temukan di pantai lepas Antartika, dan mereka ini biasanya hidup dalam kelompok.

Demikianlah pembahasan mengenai Hewan Yang Hidup Di Antartika semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.