Hormon Auksin

Posted on

Hormon Auksin – Hormon merupakan zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar endokrin yang memiliki efek tertentu pada aktifitas organ-organ lain dalam tubuh.

Hormon seks merupakan zat yang dikeluarkan oleh kelenjar seks dan kelenjar adrenalis langsung ke dalam aliran darah.

Mereka secara sebagian bertanggung jawab dalam menentukan jenis kelamin janin dan bagi perkembangan organ seks yang normal. Mereka juga memulai pubertas dan kemudian memainkan peran dalam pengaturan perilaku seksual.

Pengertian Dan Sejarah Hormon Auksin

Hormon auksin atau bisa disebut juga Asam Indol Asetat atau Indole Acetid Acid (IAA) yang juga hormon tumbuhan merupakan zat hormon tumbuhan yang ditemukan pada ujung batang, akar dan pembentukan bunga.

Ilmuwan dari berbagai generasi telah memulai penelitian tentang zat yang terkandung pada tumbuhan di mulai dari Charles Darwin, Peter Boysen-Jensen dan Frits Went, Charles Darwin adalah salah satu ilmuwan pertama yang mencoba melakukan penelitian tentang hormon tumbuhan. Tercatat dalam bukunya “The Power of Movement in Plants” yang dipresentasikan pada tahun 1880.

Darwin mendeskripsikan efek cahaya pada pergerakan coleoptiles atau koleoptil pada rumput kenari. Koleoptil adalah daun pertama pada bibit tumbuhan berkeping satu yang merupakan pelindung daun-daun selanjutnya sampai keluar dari tanah.

Peneliti terakhir ialah Frits Warmolt Went, seorang ahli Botani Belanda yang menjadi penemu hormon auksin. Pada tahun 1928 Frits melakukan eksperimen pada ujung koleoptil tumbuhan gandum (Avena Sativa) yang diletakan di tempat yang teduh tanpa sinar matahari langsung. Frits memotong ujung koleoptil untuk meneliti zat kimia pada tumbuhan yang bisa merangsangnya untuk tumbuh mengikuti sinar matahari.

Baca Juga :  8 Contoh Daun Menjari

Hasil penelitiannya ialah tumbuhan yang diletakkan di tempat teduh tumbuh miring mengikuti cahaya matahari yang ada. Kemudian Frits menyimpulkan bahwa zat kimia tersebut adalah auksin. Optimal bekerja ketika ditempatkan di sisi taduh.

Pembentukan Hormon Auksin

Berdasarkan Gardner, Auksin diproduksi di dalam jaringan meristimatik yang aktif seperti tunas, daun muda dan buah. Lalu auksin disebarkan ke seluruh badan tanaman dengan arah dari atas ke bawah hingga ujung tumbuhnya akar, melalui jaringan pembuluh lapis (floem) atau jaringan parenkim.

Terdapat Pembentukan hormon auksin terdapat 3 mekanisme yaitu:

  • Triptofan diubah menjadi asam idolpiruvat melalui reaksi transmisi.
  • Asam idolpiruvat kemudian diubah menjadi indol asetaldehida melalui reaksi dekarboksilasi.
  • Semua itu kemudian memasuki tahap akhir yaitu oksidasi indol asetaldehida yang hasil akhirnya adalah asam indol asetat atau hormon auksin.

Letak Hormon Auksin

Hormon ini bisa ditemukan pada tumbuhan tepatnya pada meristem pucuk atau ujung koleoptil seperti ujung batang, daun muda karena mengandung sel-sel meristematik dan sifat selnya yang masih aktif membelah. Lalu dapat ditemukan pula pada buah biji yang tumbuh, serbuk sari dan ujung akar.

Cara Kerja Hormon Auksin

Aktivitas dan cara kerja hormon auksin sangat dipengaruhi oleh kondisi cahaya dan gaya gravitasi bumi. Ketika tanaman yang semula tumbuh lurus ke atas jika diubah posisinya seperti direbahkan makan hormon auksin akan berkumpul pada bagian bawah.

Maka tumbuhan akan membengkok karena pertumbuhan lebih cepat dan tidak seimbang pada bagian tumbuhan yang lebih banyak auksin.

Cara kerja auskisn yakni dengan menginisiasi pemanjangan sel serta memacu protein tertentu yang terdapat di dalam membran plasma sel tumbuhan untuk memompa ion H+ ke bagian dinding sel.

Baca Juga :  Fungsi Jaringan Dewasa

Ion H+ sendiri mengaktifkan enzim tertentu sehingga memutuskan beberapa ikatan silang hidrogen rantai molekul selulosa penyusun dinding sel. Nantinya sel tumbuhan memanjang akibat masuknya air secara osmosis.

Hormon auksin juga peka terhadap sinar matahari, karna jika auksin terkena cahaya matahari maka akan mudah rusak. Auksin pada batang tumbuhan yang terkena sinar matahari akan berpindah menghindari sinar matahari.

Oleh karena itu bagian yang banyak mengandung auksin akan bertumbuh dengan cepat sehingga membuat tumbuhan membengkok akibat hormon pertumbuhan tersebut.

Peran Dan Fungsi Hormon Auksin

Adapun peran dan fungsi hormon auksin diantaranya yaitu:

  • Merangsang pertumbuhan tumbuhan secara apikal atau ke atas yaitu ujung batang yang semakin tinggi.
  • Mengurangi cabang lateral yaitu menghambat tunas yang berada di samping tumbuhan
  • Merangsang perpanjangan sel.
  • Mempengaruhi proses fototropisme yaitu gerak sebagian organ tumbuhan karena adanya rangsangan cahaya.
  • Mempengaruhi proses absisi daun yaitu lepasnya daun dari tangkai atau batang. Lapisan absisi terletak di pangkal daun yang menempel dengan batang menghambat hormon auksin dan menjadikan gugurnya daun.
  • Membantu proses partenokarpi yaitu pembentukan buah tanpa fertilisasi dan hasilnya adalah buah tanpa biji, seperti strawberry tanpa biji. Metode proses partenokarpi dilakukan secara buatan bukan secara alamiah.
  • Membentuk dinding sel primer.
  • Memelihara elastisitas dinding sel.
  • Merangsang kambium untuk membentuk floem dan xylem yaitu ketika tanaman terluka, auksin dapat menyebabkan pembedaan pada sel dan membantu regenerasi jaringan pembuluh darah
  • Mempengaruhi pembentukan bunga dan buah.
  • Berperan dalam koordinasi banyak proses pertumbuhan dan perilaku dalam siklus hidup tumbuhan dan sangat penting untuk perkembangan tumbuhan.
  • Merangsang keluarnya akar pada stek batang dan perkembangan akar lateral dalam kultur jaringan.
  • Membantu pembentukan akar lateral (samping), dan serabut akar. Pembentukan akar lateral dan serabut akar menyebabkan proses penyerapan air dan mineral lebih optimal.
  • Memperlambat pematangan buah.
Baca Juga :  12 Macam Macam Tumbuhan Laut

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Hormon Auksin dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.