Kromosom: Pengertian, Fungsi, Jumlah, Struktur, Bagian, Jenis Dan Penyakit Kelainannya

Posted on

Kromosom – Nah apakah kalian pernah mengenal atau mendengar mengenai istilah Kromosom? Nah kali ini kami akan membahasnya mengenai apa itu Kromosom. Untuk mengetahui ulasan selengkapnya simak pembahasannya dibawah ini.

Pengertian Kromosom

Kromosom ialah salah satu molekul seperti benang yang membawa informasi dari generasi ke generasi dari ketinggian hingga warna mata.

Kromosom terbuat dari Protein dan satu molekul DNA yang berisi instruksi genetik suatu organisme, diturunkan dari orang tua. Pada manusia, hewan dan tumbuhan sebagian besar kromosom di susun berpasangan di inti sel.

Pada saat sel tidak sedang membelah, kromosom ini berupa benang-benang tipis yang disebut kromatin (Latin: chroma = warna dan tin = benang).

Didalam kromosom tersebut terdapat puluhan sampai jutaan gen. Gen merupakan unit bahan yang membawa informasi genetik.

Kromosom berasal antara dua kata yakni “kroma” yang artinya adalah Benag dan “soma” yang artinya adalah Badan.

Sehingga nama tersebut memiliki struktur yang berupa sebuah benang halus yang membawa informasi genetik (gen).

Fungsi Kromosom

Adapun fungsi kromosom diantaranya yaitu:

  • Sebagai tempat penyimpanan informasi genetik yang akan diturunkan dari induk ke anak sehingga membentuk sifat dan ciri khas individu tersebut.
  • Berperan penting dalam proses pembelahan sel.
  • Menentukan jenis kelamin suatu individu.
Baca Juga :  Mengenal Gejala Alam Biotik Dan Abiotik Beserta Contohnya

Jumlah Kromosom

Adapun jumlah kromosom diantaranya yaitu:

  • Manusia : 46 kromosom
  • Simpanse : 48 kromosom
  • Kera : 48 kromosom
  • Kuda : 64 kromosom
  • Lembu/sapi : 60 kromosom
  • Keledai : 62 kromosom
  • Anjing : 78 kromosom
  • Kucing : 38 kromosom
  • Tikus rumah : 40 kromosom
  • Tikus sawah : 42 kromosom
  • Merpati : 80 kromosom
  • Ayam : 78 kromosom
  • Kalkun : 82 kromosom
  • Katak : 26 kromosom
  • Ikan Mas : 94 kromosom
  • Bintang Laut : 36 kromosom
  • Ulat Sutra : 56 kromosom
  • Lalat rumah : 12 kromosom
  • Nyamuk : 6 kromosom
  • Cacing tanah : 36 kromosom

Struktur Kromosom

Kromosom sel eukariotik terdiri dari bahan kompleks yang disebut kromatin. Chromatin terdiri dari 27% DNA (asam deoksiribonukleat) dan protein 67%, dan 6% RNA (asam ribonukleat). Sepertiga dari konstituen kromosom adalah DNA.

Protein dalam kromosom adalah histones. Histon adalah protein dengan konsentrasi asam amino tinggi dengan kelompok tambahan (-NH2).

Histon melekat erat pada DNA, membentuk subunit seperti manik-manik dalam rantai DNA yang disebut nukleosom.

Protein nonhiston pada kromosom mengandung lebih banyak gugus amino (-COOH) daripada histones.

Sebagian besar protein nonhiston berubah menjadi enzim yang mengkatalisasi proses transkripsi dan replikasi asam nukleat. Enzim ini disebut enzim poimerase.

Jenis-Jenis Kromosom

Adapun jenis-jenis kromosom diantaranya yaitu:

Jenis Kromosom Berdasarkan Letak Sentromer

  • Kromosom Metasentrik yakni mempunyai sentromer di tengah, sehingga kedua belah pihak memiliki panjang yang sama. Kromosom manusia 1 dan 3 bersifat metasentrik.
  • Kromosom Submetasentrik ialah yang mempunyai sentromer kecil yang dipindahkan dari pusat, yang menyebabkan sedikit asimetri pada dua bagian panjangnya. Kromosom manusia 4 hingga 12 bersifat submetriccentric.
  • Kromosom Akrosentrik yaitu juga mempunyai sentromer sangat jauh dari pusat yang mengarah ke bagian yang sangat panjang dan sangat pendek. Kromosom manusia 13, 15, 21 dan 22 adalah akrosentris.
  • Kromosom Telosentrik meruapakan salah satu kromosom yang mempunyai sentromer di ujung kromosom. Manusia tidak memiliki kromosom telosentris, tetapi mereka ditemukan pada spesies lain, seperti tikus.
Baca Juga :  Penyebab Kelainan Genetik

Jenis Kromosom Berdasarkan Jumlah Sentromer

  • Asentrik yaitu suatu kromosom yang tidak memiliki kromosom.
  • Monosentrik ialah salah satu kromosom yang hanya memiliki satu kromosom.
  • Disentrik yakni sebuah kromosom yang mempunyai 2 sentromer.
  • Polisentrik merupakan sejenis kromosom yang memiliki banyak sentromer (Lebih dari 2).

Jenis Kromosom Berdasarkan Fungsi

  • Kromosom Autosom (Tubuh) yaitu salah satu kromosom yang memberikan ciri-ciri yang ada pada tubuh makhluk hidup. Contohnya ialah manusia memiliki 22 pasang kromosom autosom dan 1 pasang kromosom genosom.
  • Kromosom Genosom (Kelamin) ialah sebuah kromosom yang menentukan jenis kelamin organisme pemilik kromosom tersebut. Contohnya manusia memiliki 1 pasang kromosom autosom, Apabila 1 pasang kromosom tersebut adalah XX maka manusia itu wanita, namun apabila 1 pasang kromosom tersebut XY maka jenis kelaminnya laki-laki.

Bagian-Bagian Kromosom

Adapun bagian-bagian kromosom diantaranya yaitu:

Kromatid

Kromatid merupakan salah satu bagian lengan kromosom yang terikat satu sama lainnya, 2 kromatid kembar ini diikat oleh sentromer.

Nama jamak dari kromatid adalah kromonema. Kromonema biasanya terlihat pada pembelahan sel masa profase dan kadang – kadang interfase.

Sentromer

Pada kromosom terdapat satu daerah yang tidak mengandung gen (informasi genetik), daerah ini dinamakan Sentromer.

Pada masa pembelahan, sentromer merupakan struktur yang sangat penting, di bagian inilah lengan kromosom (kromatid) saling melekat satu sama lain pada masing-masing bagian kutub pembelahan. Bagian dari kromosom yang melekat pada sentromer dikenal dengan istilah ‘kinetokor’.

Kromomer

Kromomer ialah suatu struktur berbentuk manik-manik yang merupakan akumulasi dari materi kromatid yang kadang-kadang terlihat pada pembelahan masa interfase.

Pada kromosom yang telah mengalami pembelahan berkali-kali, biasanya kromomer ini sangat jelas terlihat.

Telomer

Telomer yakni sebuah bagian berisi DNA pada kromosom, fungsinya untuk menjaga stabilitas ujung kromosom agar DNA nya tidak terurai.

Baca Juga :  Mengenal Contoh Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis / Spesies

Penyakit Kelainan Kromosom

Adapun penyakit kelainan kromosom diantaranya yaitu:

Sindrom Down

Sindrom down atau down syndrome ialah salah satu kondisi yang disebabkan oleh kelainan kromosom numerik.

Kondisi ini ditandai dengan keterbelakangan mental, kesulitan belajar, penampilan wajah yang khas, serta tonus otot yang buruk pada masa bayi.

Seorang dengan down syndrome memiliki tiga salinan kromosom 21. Kondisi ini disebut juga dengan Trisomi 21.

Trisomi 13 atau Sindrom Patau

Sindrom Patau atau trisomi 13 adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh adanya kelainan genetik pada kromosom ke-13.

Sindrom ini tidak hanya memengaruhi pertumbuhan saja, tapi juga dapat menyebabkan kematian.

Sekitar 90% kasus sindrom Patau menyebabkan kematian pada bayi sebelum mencapai usia satu tahun.

Sindrom Edward

Kondisi lain yang disebabkan oleh trisomi yaitu sindrom Edward. Kondisi ini terjadi ketika kromosom 18 memiliki 3 kromosom.

Sama seperti sindrom Patau, sindrom ini juga menghambat perkembangan organ tubuh secara keseluruhan. Beberapa kasus bahkan menyebabkan bayi meninggal dalam kandungan akibat sindrom ini.

Sindrom Turner

Sindrom Turner yakni sebuah kondisi akibat monosomi. Sindrom Turner terjadi ketika seorang wanita dilahirkan dengan hanya satu kromosom seks saja, yaitu satu kromosom X.

Kondisi ini paling sering menyebabkan seseorang memiliki fisik yang lebih pendek daripada kebanyakan orang dan kesulitan memiliki anak.

Sindrom Klinefelter

Sindrom Klinefelter juga disebut dengan sindrom XXY, yang merupakan kondisi di mana laki-laki terlahir dengan kromosom X berlebih. Kondisi ini dapat memengaruhi pertumbuhan fisik, terutama pertumbuhan fisik.

Demikianlah pembahasan mengenai Kromosom semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.