30 Contoh Pewarisan Sifat Pada Manusia

Posted on

Contoh Pewarisan Sifat Pada Manusia – Dalam hal ini keanekaragaman makhluk hidup yang ada di muka bumi ialah hasil dari pewarisan sifat antara makhluk hidup satu dengan lainnya. Dalam penurunan sifat antar makhluk hidup terdapat istilah hereditas dan genetika.

Hereditas merupakan induk yang mewariskan sifatnya ke generasi berikutnya, sedangkan genetika merupakan bagian dari cabang-cabang ilmu biologi yang membahas tentang hereditas. Teori genetika ialah hasil pemikiran dari G. Johann Mendel “1822-2884” yang saat ini dikenal sebagai teori Mendel atau hokum Mendel, berkat teori tersebut ia mendapat julukan Bapak Genetika.

Dan setiap makhluk hidup memiliki sel yang dapat diturunkan kepada generasi selanjutnya untuk membentik sifat keturunan yang sama ataupun baru, contohnya ialah jumlah sel gamet. Gen yang dapat ditemukan dalam nucleus “inti sel”, tepatnya pada kromosom gen.

Tiap gen merupakan bagian dari hereditas yang memiliki sifat kimia yang nantinya akan mempengaruhi sifat dari masing-masing individu, contohnya ialah perbedaan sifat antara warna rambut, bentuk rambut, warna kulit dan lain sebagainya.

Pewarisan sifat atau hereditas ialah penurunan sifat dari induk “orang tua” kepada keturunannya “anak”, sifat yang diturunkan ini dapat apa saja. Sebagai contohnya warna kulit yang diturunkan oleh orang tua kepada anaknya ataupun tinggi badan yang diturunkan oleh orang tua kepada anaknya. Ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat ini disebut Genetika, pewarisan sifat ini dikendalikan oleh materi genetis yakni gen dan kromosom.

Pengertian Pewarisan Sifat

Pewarisan sifat merujuk pada proses transfer karakteristik atau ciri-ciri genetik dari satu generasi ke generasi berikutnya dalam suatu populasi atau kelompok organisme. Ciri-ciri genetik ini disebut sebagai sifat atau karakteristik herediter, dan proses pewarisannya melibatkan materi genetik yang terletak pada kromosom.

Materi genetik ini ditemukan dalam DNA (asam deoksiribonukleat), yang terdiri dari gen-gen. Gen adalah segmen DNA yang membawa informasi untuk sintesis protein atau mengontrol ekspresi genetik. Pewarisan sifat melibatkan proses perpindahan informasi genetik dari induk (ortu) ke keturunan (anak).

Dua jenis pewarisan sifat utama adalah pewarisan sifat mendelian dan pewarisan sifat non-mendelian. Pewarisan sifat mendelian melibatkan hukum-hukum warisan yang dijelaskan oleh penelitian Gregor Mendel pada tanaman kacang polong, seperti hukum segregasi dan hukum perpaduan bebas. Di sisi lain, pewarisan sifat non-mendelian melibatkan pola-pola warisan yang tidak sesuai dengan hukum-hukum Mendel, seperti pewarisan sifat terkait kromosom seks, interaksi gen, dan pola-pola warisan kompleks.

Pewarisan sifat memainkan peran penting dalam evolusi dan keragaman hayat. Dengan memahami bagaimana sifat-sifat genetik diturunkan, ilmuwan dapat menjelaskan bagaimana organisme berkembang dan beradaptasi sepanjang waktu.

Apa Sajakah Pewarisan Sifat Pada Manusia?

Pewarisan sifat pada manusia melibatkan sejumlah karakteristik genetik yang diturunkan dari orangtua ke anak. Beberapa contoh pewarisan sifat pada manusia melibatkan gen tertentu yang mengontrol ciri-ciri fisik, seperti warna mata, warna rambut, dan bentuk tubuh. Berikut adalah beberapa contoh pewarisan sifat pada manusia:

  • Warna Mata: Pewarisan gen tertentu mengontrol pigmen dalam iris mata. Misalnya, gen yang menghasilkan melanin akan mempengaruhi warna mata, seperti coklat, biru, hijau, atau abu-abu.
    Warna Rambut: Gen-gen tertentu juga memengaruhi produksi melanin pada rambut, yang pada gilirannya mempengaruhi warna rambut individu.
  • Kelompok Darah: Pewarisan sifat juga terkait dengan kelompok darah seseorang. Sistem kelompok darah ABO dan faktor Rh diwariskan dari orangtua ke anak.
    Tinggi Badan: Faktor genetik memainkan peran dalam menentukan tinggi badan seseorang. Anak-anak cenderung memiliki tinggi badan yang sebanding dengan rata-rata tinggi badan orangtuanya.
  • Kerentanan Terhadap Penyakit: Beberapa penyakit memiliki komponen genetik yang kuat, sehingga kecenderungan untuk mengembangkan penyakit tertentu dapat diwariskan. Namun, faktor lingkungan juga dapat memainkan peran.
  • Kemampuan Intelektual: Meskipun faktor lingkungan juga berpengaruh, ada elemen genetik dalam kemampuan intelektual. Pewarisan sifat ini mencakup faktor-faktor seperti kecerdasan, keterampilan belajar, dan bakat tertentu.
  • Susceptibility Terhadap Alergi: Kepekaan terhadap alergi atau intoleransi tertentu dapat memiliki basis genetik.
  • Kepekaan terhadap Rasa: Preferensi rasa dan toleransi terhadap rasa tertentu juga dapat diwariskan melalui faktor genetik.
  • Predisposisi terhadap Penyakit Genetik: Beberapa penyakit genetik seperti hemofilia, fibrosis kistik, dan talasemia dapat diwariskan dari orangtua ke anak.
Baca Juga :  Alat Ekskresi Pada Manusia

Penting untuk diingat bahwa sifat-sifat ini seringkali dipengaruhi oleh kombinasi genetik dan faktor lingkungan. Oleh karena itu, keturunan seseorang mungkin mewarisi gen tertentu yang meningkatkan kecenderungan terhadap suatu sifat, tetapi interaksi dengan lingkungan juga dapat memainkan peran dalam ekspresi sifat tersebut.

Komponen-komponen dalam Pewarisan Sifat

Pewarisan sifat melibatkan berbagai komponen dalam proses transfer karakteristik genetik dari satu generasi ke generasi berikutnya. Komponen-komponen tersebut melibatkan faktor genetik dan faktor lingkungan. Berikut adalah komponen-komponen utama dalam pewarisan sifat:

Gen:

  • Definisi: Gen adalah segmen DNA yang berada pada lokasi tertentu pada kromosom dan mengandung informasi untuk membentuk suatu karakteristik atau fungsi tertentu.
  • Peran: Gen merupakan unit dasar pewarisan sifat dan menyandikan instruksi untuk sintesis protein atau mengontrol ekspresi genetik.

Alel:

  • Definisi: Alel adalah versi alternatif dari suatu gen yang dapat mendefinisikan variasi dalam sifat tertentu.
  • Peran: Alel-alel dari pasangan gen pada kromosom homolog dapat bersifat dominan atau resesif, memengaruhi cara sifat-sifat diwariskan.

Kromosom:

  • Definisi: Kromosom adalah struktur pembawa gen yang terdapat di dalam inti sel dan terdiri dari rantai DNA yang dililit pada protein.
  • Peran: Kromosom membawa banyak gen dan memainkan peran penting dalam pewarisan sifat karena alel-alel gen terletak pada kromosom.

Genom:

  • Definisi: Genom adalah keseluruhan informasi genetik yang dimiliki oleh suatu organisme.
  • Peran: Genom manusia, sebagai contoh, mengandung semua informasi yang diperlukan untuk membentuk dan mengatur fungsi tubuh manusia.

Hukum Mendel:

  • Definisi: Hukum-hukum yang diemukakan oleh Gregor Mendel berfokus pada pola-pola warisan sifat, seperti hukum segregasi dan hukum perpaduan bebas.
  • Peran: Hukum-hukum Mendel memberikan pemahaman dasar tentang bagaimana alel-alel gen diwariskan dari generasi ke generasi.

Faktor Lingkungan:

  • Definisi: Faktor-faktor seperti nutrisi, paparan zat beracun, suhu, dan faktor lingkungan lainnya.
  • Peran: Faktor lingkungan dapat mempengaruhi cara gen diekspresikan dan dapat berinteraksi dengan faktor genetik untuk membentuk sifat-sifat individu.

Interaksi Gen-Lingkungan:

  • Definisi: Konsep bahwa ekspresi gen dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
  • Peran: Gen dan lingkungan seringkali saling berinteraksi, mempengaruhi pewarisan sifat dan menyebabkan variasi dalam ekspresi gen.

Mutasi:

  • Definisi: Perubahan dalam urutan DNA.
  • Peran: Mutasi dapat menyebabkan variasi genetik baru, yang kemudian dapat diwariskan jika terjadi dalam sel reproduksi.

Epigenetika:

  • Definisi: Perubahan dalam ekspresi gen yang tidak melibatkan perubahan urutan DNA.
  • Peran: Faktor epigenetik, seperti modifikasi kimia pada DNA atau protein histon, dapat mempengaruhi cara gen diekspresikan tanpa mengubah urutan DNA.

Pewarisan sifat merupakan hasil kompleks dari interaksi antara semua komponen ini, dan pemahaman tentang mereka membantu menjelaskan bagaimana ciri-ciri genetik diturunkan dan dinyatakan pada tingkat individu dan populasi.

Faktor Apa Saja Yang Mempengaruhi Pewarisan Sifat?

Pewarisan sifat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor genetik maupun faktor lingkungan. Kombinasi dari kedua jenis faktor ini dapat membentuk ekspresi sifat-sifat tertentu pada individu. Berikut adalah beberapa faktor utama yang mempengaruhi pewarisan sifat:

Genetik (Faktor Genetik):

  • Alel dan Gen: Gen adalah segmen DNA yang menyandikan informasi untuk suatu karakteristik tertentu. Alel adalah versi alternatif dari suatu gen yang dapat mendefinisikan variasi dalam sifat tersebut.
  • Kromosom: Gen terletak pada kromosom, dan manusia memiliki sepasang kromosom homolog untuk setiap pasangan gen. Pewarisan sifat melibatkan perpindahan alel-alel pada kromosom dari generasi ke generasi.
  • Dominan dan Resesif: Konsep alel dominan dan resesif memengaruhi bagaimana alel-alel pada pasangan gen berinteraksi dan menghasilkan sifat tertentu.

Lingkungan (Faktor Lingkungan):

  • Nutrisi: Gizi yang baik dapat memengaruhi ekspresi gen dan pertumbuhan. Kekurangan nutrisi atau kelebihan zat tertentu dapat mempengaruhi pewarisan sifat.
  • Paparan Terhadap Zat Beracun: Paparan terhadap zat-zat beracun atau radiasi dapat memicu perubahan genetik atau mutasi yang dapat memengaruhi sifat-sifat tertentu.
  • Faktor Lingkungan Selama Kehamilan: Paparan terhadap faktor lingkungan selama kehamilan, seperti merokok atau mengonsumsi alkohol, dapat memengaruhi perkembangan janin dan pewarisan sifat.
  • Stres Lingkungan: Stres lingkungan, termasuk faktor-faktor seperti iklim atau polusi udara, dapat mempengaruhi ekspresi gen dan kesehatan secara keseluruhan.
Baca Juga :  Fungsi Epididimis

Interaksi Gen-Lingkungan:

  • Genetika Kuantitatif: Beberapa sifat kompleks dipengaruhi oleh banyak gen yang berinteraksi dengan faktor lingkungan. Pewarisan sifat semacam ini disebut sebagai genetika kuantitatif.
  • Epigenetika: Perubahan dalam ekspresi gen yang tidak melibatkan perubahan dalam urutan DNA dapat dipengaruhi oleh faktor epigenetik, seperti modifikasi kimia pada DNA atau protein yang mengemas DNA.

Kemungkinan Mutasi Genetik:

  • Mutasi: Mutasi adalah perubahan dalam urutan DNA yang dapat terjadi secara alami atau disebabkan oleh faktor lingkungan. Mutasi dapat menghasilkan variasi genetik yang kemudian dapat diwariskan.

Penting untuk diingat bahwa pewarisan sifat seringkali melibatkan interaksi yang kompleks antara faktor-faktor ini. Sebagai contoh, seseorang mungkin memiliki genetika yang memengaruhi kecenderungan terhadap penyakit tertentu, tetapi lingkungan sepanjang hidupnya juga dapat memainkan peran dalam apakah penyakit itu benar-benar berkembang.

Macam Istilah Pewarisan Sifat

Dalam suatu pewarisan sifat suatu makhluk hidup terdapat istilah-istilah seperti kromosom, gen, dominan, alel dan lain sebagainya. Berikut adalah daftar istilah beserta penjelasan singkatnya :

  • Genotipe
    Genotipe merupakan sifat mendasar yang dimiliki tiap individu, dimana genotipe ini tidak terlihat dan sifatnya tetap (tidak dapa dirubah). Umumnya sifat genotip dapat dituliskan dengan simbol, dimana setiap simbol akan mewakili satu sifat genotipe. Satu pasang genotipe umumnya memiliki sifat dominan dan resesif. Contohnya adalah sifat kulit putih dominan terhadap kulit hitam, sehingga kulit putih dapat ditulis menjadi PP atau Pp, sedangkan kulit hitam ditulis pp.
  • Dominan – Dominan merupakan sifat yang dimiliki oleh individu yang bersifat menutupi dan disimbolkan dengan huruf besar. Contohnya adalah sifat bunga mawar merah lebih dominan daripada mawar putih, sehingga mawar merah ditulis MM dan mawar putih mm.
  • Fenoptipe – Fenoptipe merupakan sifat dalam individu yang dapat dilihat oleh pengelihatan. Contohnya disini adalah warna rambut, warna bunga pada tanaman, tinggi dan pendek, warna kulit serta ukuran buah.
  • Resesif – Resesif merupakan kebalikan dari dominan. Resesif merupakan sifat yang dimiliki suatu individu, akan tetapi tidak terlihat pada keturunannya, hal ini dikarenakan sifat ini kalah dengan sifat dari individu lain akibat persilangan
  • Intermediet – Intermediet merupakan sifat yang dimiliki oleh individu yang dihasilkan dari penggabungan antara sifat yang berbeda. Biasanya hal ini sering ditemukan dalam persilangan tumbuhan.
  • Heterozigot – Heterozigot adalah pasangan gen yang sifatnya berbeda
  • Homozigot – Homozigot merupakan kebalikan dari heterozigot, yaitu pasangan gen yang sifatnya sama.
  • Hereditas adalah pewarisan atau penurunan sifat dari induk kepada keturunannya (anaknya).
  • Genetika adalah ilmu yang mempelajari tentang hereditas atau pewarisan sifat.
  • Gen adalah substansi kimia yang terdapat pada kromosom yang berfungsi untuk menentukan sifat atau karakter pada makhluk hidup.
  • Kromosom adalah benang-benang halus yang berfungsi untuk membawa informasi genetis kepada keturunannya.
  • Diploid adalah kromosom yang terletak pada sel tubuh dan berpasangan.
  • Haploid adalah kromosom yang terletak pada sel kelamin dan tidak berpasangan karena pembelahan meiosis.
  • Sentromer adalah bagian kepala pada kromosom yang tidak berisi gen.
  • Lokus adalah bagian lengan pada kromosom yang berisi gen pembawa sifat.
  • Alel adalah gen-gen yang terletak pada lokus kromosom dan berpasangan serta memiliki jumlah, warna, bentuk, jenis dan ukuran yang sama.
  • Dominan adalah salah satu sifat pada individu yang dapat menutupi sifat individu lainnya.
  • Monohibrid adalah persilangan antar dua individu dengan satu sifat beda. Misalnya, Kacang ercis biji bulat disilangkan dengan kacang ercis biji kisut.
  • Dihibrid adalah persilangan antar dua individu dengan dua sifat beda. Misalnya, kacang ercis biji bulat berwarna kuning disilangkan dengan kacang ercis biji kisut berwarna hijau.
  • Intermediet adalah sifat pada suatu individu yang pemunculannya merupakan gabungang dari kedua induknya.
  • P (parental) adalah induk atau orang tua.
  • F1 adalah fililal pertama atau keturunan pertama.
  • F2 adalah filial kedua atau keturunan kedua.

Contoh Pewarisan Sifat Pada Manusia

Pewarisan sifat pada manusia melibatkan berbagai ciri atau karakteristik yang diturunkan dari generasi ke generasi. Berikut adalah contoh pewarisan sifat pada manusia:

  • Warna Mata: Misalnya, mata biru yang mendominasi atau mata coklat yang mendominasi.
  • Warna Rambut: Seperti rambut berwarna gelap atau rambut berwarna terang.
  • Kelompok Darah: A, B, AB, atau O dan faktor Rh positif atau negatif.
  • Tinggi Badan: Kecenderungan untuk memiliki tinggi badan yang lebih tinggi atau lebih pendek.
  • Bentuk Wajah: Misalnya, bentuk wajah bulat, oval, atau persegi.
  • Susunan Telinga: Telinga yang melekat atau terpisah.
  • Susunan Jari: Panjang jari-jari tangan atau perbedaan panjang antara jari-jari.
  • Bentuk Hidung: Hidung pesek, mancung, atau aquiline.
  • Pola Kebotakan: Kecenderungan terhadap kebotakan pada usia tertentu.
  • Kecerahan Kulit: Kulit gelap atau kulit terang.
  • Susunan Gigi: Misalnya, gigi gingsul atau gigi yang rapi.
  • Kelainan Genetik: Seperti sindrom Down, hemofilia, atau fibrosis kistik.
  • Resistensi Terhadap Penyakit: Kecenderungan untuk memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat atau lemah.
  • Kepekaan Terhadap Alergi: Kecenderungan terhadap alergi tertentu, seperti alergi terhadap serbuk sari atau bulu hewan.
  • Warna Kulit di Bagian Tubuh Tertentu: Seperti warna mata kucing atau bintik-bintik pigmen.
  • Ketahanan Terhadap Kegemukan: Kecenderungan untuk mudah atau sulit menambah berat badan.
  • Intoleransi Laktosa: Kecenderungan untuk tidak dapat mencerna laktosa dengan baik.
  • Kemampuan Rasa: Sensitivitas terhadap rasa tertentu, seperti rasa pahit atau manis.
  • Bentuk Alis: Alis yang tebal atau tipis.
  • Susunan Kepala: Bentuk tengkorak atau bentuk kepala.
  • Kemampuan Kesehatan Mental: Kecenderungan terhadap kondisi kesehatan mental tertentu, seperti kecemasan atau depresi.
  • Predisposisi terhadap Penyakit Jantung: Kecenderungan untuk mewarisi faktor risiko penyakit jantung.
  • Kemampuan Kognitif: Kecenderungan untuk kecerdasan tertentu atau keterampilan belajar.
  • Rentang Usia Hidup: Kecenderungan untuk memiliki usia hidup yang panjang atau pendek.
  • Bentuk Telinga: Telinga yang besar atau kecil, lonjong atau bulat.
  • Kecepatan Metabolisme: Metabolisme yang cepat atau lambat.
  • Kemampuan Olahraga: Bakat atletik atau kecenderungan terhadap aktivitas fisik tertentu.
  • Kecepatan Pertumbuhan Rambut: Pertumbuhan rambut yang cepat atau lambat.
  • Kemampuan Melihat Warna: Ketidakmampuan melihat warna tertentu (daltonisme).
  • Bentuk Kaki: Kaki yang datar atau melengkung.
Baca Juga :  Struktur Ginjal

Kesimpulan

Pewarisan sifat pada manusia melibatkan proses kompleks di mana karakteristik genetik diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kesimpulan mengenai pewarisan sifat pada manusia dapat dirangkum sebagai berikut:

  • Gen adalah Unit Pewarisan Sifat: Gen, segmen DNA yang terletak pada kromosom, adalah unit dasar pewarisan sifat. Gen menyandikan informasi untuk membentuk karakteristik atau fungsi tertentu.
  • Alel dan Interaksi Gen: Alel-alel, versi alternatif dari suatu gen, dapat bersifat dominan atau resesif. Interaksi antara alel-alel pada kromosom menghasilkan variasi dalam sifat-sifat yang diwariskan.
  • Peran Kromosom dalam Pewarisan: Kromosom membawa banyak gen, dan lokasi gen pada kromosom memainkan peran penting dalam penentuan cara sifat-sifat diwariskan.
  • Hukum Mendel: Hukum-hukum yang diemukakan oleh Gregor Mendel memberikan pemahaman dasar tentang pola-pola warisan sifat, seperti segregasi dan perpaduan bebas.
  • Pengaruh Faktor Lingkungan: Faktor-faktor lingkungan, seperti nutrisi, paparan zat beracun, dan suhu, dapat mempengaruhi ekspresi gen dan berinteraksi dengan faktor genetik.
  • Interaksi Gen-Lingkungan dan Pewarisan Kuantitatif: Beberapa sifat kompleks dipengaruhi oleh interaksi gen dan lingkungan, dan pewarisan sifat semacam ini dikenal sebagai genetika kuantitatif.
  • Peran Mutasi dan Epigenetika: Mutasi dalam urutan DNA dan perubahan epigenetik dapat menyebabkan variasi genetik baru atau mempengaruhi ekspresi gen tanpa mengubah urutan DNA.
  • Keragaman Pewarisan Sifat Individu: Kombinasi genetik dan faktor lingkungan menyebabkan keragaman dalam pewarisan sifat di antara individu, bahkan dalam satu keluarga.
  • Faktor Predisposisi Terhadap Penyakit: Pewarisan sifat juga dapat membawa faktor predisposisi terhadap penyakit tertentu, meskipun faktor lingkungan juga dapat memainkan peran dalam perkembangan penyakit.
  • Pentingnya Penelitian dan Pengembangan Ilmu Genetika: Pemahaman mengenai pewarisan sifat membawa implikasi besar dalam bidang kesehatan, pertanian, dan ilmu hayat secara umum. Penelitian genetika terus berkembang untuk memahami lebih lanjut kompleksitas proses ini.

Kesimpulan tersebut menunjukkan bahwa pewarisan sifat pada manusia melibatkan interaksi antara faktor genetik dan lingkungan, serta bahwa variasi dalam sifat-sifat diwariskan dapat dijelaskan melalui prinsip-prinsip dasar dalam ilmu genetika.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Pewarisan Sifat Manusia dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.