30 Contoh Rantai Makanan Di Sawah

Posted on

Contoh Rantai Makanan Di Sawah – Lantas apa yang dimaksud dengan rantai makanan?? Pengertian rantai makanan ialah pola perpindahan energi makanan dari sumber daya tumbuhan melalui seri organisme atau melalui jenjang makan.

Rantai makanan merupakan bagian dari jarring-jaring makanan yang bergerak secara linear dari produsen ke konsumen teratas.

Secara umum rantai makanan dibedakan menjadi dua yakni rantai makanan di ekosistem darat dan ekosistem air. Contoh rantai makanan di ekosistem darat misalnya di hutan, padang rumput, gurun, kebun dan sawah. Sedangkan contoh rantai makanan di ekosistem air misalnya di laut, sungai, danau, kolam dan rawa.

Pengertian Rantai Makanan Di Sawah

Rantai makanan di sawah menggambarkan aliran energi dan transfer nutrien antara berbagai organisme dalam ekosistem sawah. Sawah adalah lahan pertanian yang digunakan untuk menanam tanaman padi atau tanaman air lainnya. Rantai makanan di sawah melibatkan interaksi antara produsen, konsumen, dan pengurai dalam konteks pertanian padi. Berikut adalah pengertian dan beberapa ciri-ciri rantai makanan di sawah:

  • Produsen (Tumbuhan Padi)
    Produsen utama dalam rantai makanan sawah adalah tanaman padi atau tanaman air lainnya yang tumbuh di sawah. Tanaman ini melakukan fotosintesis untuk menghasilkan makanan mereka sendiri menggunakan energi matahari.
  • Konsumen Primer (Hewan Herbivora)
    Konsumen primer dalam sawah bisa berupa hewan herbivora yang memakan tanaman padi, seperti larva serangga atau binatang lainnya.
  • Konsumen Sekunder (Pemangsa Konsumen Primer)
    Konsumen sekunder dapat mencakup hewan yang memakan hewan herbivora, seperti burung pemangsa, ular, atau mamalia kecil yang hidup di sekitar sawah.
  • Pemangsa Puncak (Pemangsa Tersier)
    Pemangsa puncak dalam rantai makanan sawah dapat berupa pemangsa yang menduduki puncak hierarki makanan, misalnya burung pemangsa besar, ular besar, atau mamalia predator yang mungkin memakan konsumen sekunder atau konsumen primer.
  • Pengurai
    Bakteri dan fungi di tanah sawah berperan sebagai pengurai. Mereka membantu mendekomposisi sisa-sisa organisme yang mati, bahan organik, dan residu tanaman, mengubahnya menjadi nutrien yang dapat diserap kembali oleh tanaman.
  • Pertanian dan Pupuk
    Dalam konteks pertanian sawah, manusia juga memainkan peran dalam rantai makanan dengan memberikan pupuk dan mengelola lahan pertanian. Pupuk memberikan tambahan nutrien yang diperlukan oleh tanaman padi.
  • Siklus Nutrien
    Rantai makanan di sawah juga melibatkan siklus nutrien di mana nutrien diambil oleh tanaman, dimakan oleh konsumen, dan akhirnya dikembalikan ke tanah melalui penguraian oleh mikroorganisme.

Penting untuk diingat bahwa dalam konteks pertanian, manusia seringkali memainkan peran sebagai pemangsa puncak yang mengelola dan memanfaatkan hasil tanaman. Selain itu, perubahan dalam praktik pertanian, seperti penggunaan pestisida atau perubahan pola tanam, dapat memengaruhi rantai makanan di sawah dan memiliki dampak pada keberlanjutan ekosistem pertanian.

Ciri-Ciri Ekosistem Sawah

Ekosistem sawah adalah suatu tipe ekosistem yang khas ditemukan di daerah pertanian padi atau tanaman air lainnya. Ekosistem ini memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari ekosistem lain. Berikut adalah beberapa ciri-ciri umum ekosistem sawah:

  • Air Tertahan
    Salah satu ciri paling mencolok dari ekosistem sawah adalah adanya air yang tertahan di lahan pertanian. Sawah dirancang untuk mempertahankan air, sehingga lahan dapat tergenang, menciptakan kondisi yang cocok untuk tanaman padi atau tanaman air lainnya.
  • Tanaman Padi atau Tanaman Air Lainnya
    Tanaman utama yang tumbuh di ekosistem sawah adalah padi atau tanaman air lainnya, seperti kangkung. Tanaman ini disesuaikan dengan kondisi genangan air dan merupakan produsen utama dalam rantai makanan sawah.
  • Pola Pemakaian Lahan
    Lahan sawah memiliki pola yang khas, dengan adanya tanggul atau bendungan air untuk mengatur aliran air dan mempertahankan genangan.
  • Keberadaan Tanggul dan Bendungan Air
    Tanggul dan bendungan air digunakan untuk mengontrol ketinggian air dan memastikan adanya genangan yang sesuai untuk tanaman padi. Tanggul juga membantu mengatur suplai air dan mencegah banjir.
  • Jaringan Saluran Air (Irigasi)
    Terdapat jaringan saluran air atau sistem irigasi yang dirancang untuk mengalirkan air ke berbagai bagian sawah. Ini memastikan suplai air yang cukup untuk tanaman dan membantu mengatur genangan air.
  • Fauna dan Flora Air
    Ekosistem sawah mendukung keanekaragaman fauna dan flora air. Ini melibatkan berbagai jenis ikan, serangga air, katak, dan mungkin burung air yang hidup di sekitar sawah.
  • Pola Tanam Bertingkat
    Pertanian padi seringkali menggunakan pola tanam bertingkat di mana padi ditanam di berbagai tahap pertumbuhan. Ini dapat mencakup padi yang baru ditanam, padi yang sedang tumbuh, dan padi yang siap untuk panen.
  • Siklus Tanam dan Panen
    Sawah memiliki siklus tanam dan panen tertentu sesuai dengan musim dan variasi tipe padi yang ditanam.
  • Penggunaan Pupuk dan Pestisida
    Petani sawah dapat menggunakan pupuk dan pestisida untuk meningkatkan hasil pertanian dan melindungi tanaman dari hama atau penyakit.
  • Pengaruh Manusia
    Ekosistem sawah secara signifikan dipengaruhi oleh aktivitas manusia, seperti pola tanam, pengaturan air, dan penggunaan teknologi pertanian.
Baca Juga :  30 Contoh Rantai Makanan Di Danau

Penting untuk memahami karakteristik ekosistem sawah karena hal ini mempengaruhi keberlanjutan pertanian, keseimbangan ekosistem, dan interaksi antara manusia dan lingkungan pertanian.

Faktor Yang Mempengaruhi Ekosistem Sawah

Ekosistem sawah, sebagai suatu bentuk ekosistem perairan, dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berkontribusi pada keseimbangan dan dinamika lingkungan tersebut. Beberapa faktor yang mempengaruhi ekosistem sawah melibatkan interaksi antara unsur fisik, biologis, dan kimia di dalamnya. Berikut adalah beberapa faktor utama yang mempengaruhi ekosistem sawah:

  • Air
    Ketersediaan air sangat penting dalam ekosistem sawah. Air digunakan untuk mengairi tanaman padi, tetapi juga memainkan peran penting dalam mendukung kehidupan berbagai organisme air seperti ikan, serangga air, dan mikroorganisme.
  • Suhu
    Suhu air dan udara memengaruhi pertumbuhan tanaman padi, aktivitas biologis mikroorganisme, dan siklus hidup hewan air. Suhu yang optimal mendukung produksi tanaman dan keberlanjutan ekosistem.
  • Tanah
    Kondisi tanah, termasuk jenis tanah dan kandungan unsur hara, mempengaruhi pertumbuhan tanaman padi dan organisme tanah. Pemberian pupuk dan manajemen tanah menjadi kunci dalam mendukung produktivitas sawah.
  • Jenis Tanaman
    Spesies tanaman yang ditanam di sawah, khususnya padi, memengaruhi struktur ekosistem. Tanaman ini menyediakan habitat dan sumber daya bagi organisme lain di dalamnya.
  • Pertanian
    Praktik pertanian, seperti sistem pengairan, penggunaan pestisida, dan pemilihan varietas tanaman, dapat mempengaruhi kesehatan dan keberlanjutan ekosistem sawah.
  • Sistem Pengairan
    Metode pengairan, seperti irigasi atau sistem lepas pasang air, mempengaruhi kelembaban dan sirkulasi air di sawah. Ini dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan kondisi habitat air.
  • Penggunaan Pestisida dan Pupuk
    Penggunaan pestisida dan pupuk dapat mempengaruhi keseimbangan biologis di ekosistem. Pemilihan dosis dan jenis bahan kimia pertanian dapat memiliki dampak pada organisme non-target dan keseimbangan trofik.
  • Organisme Air
    Ikan, serangga air, dan mikroorganisme seperti bakteri dan alga memiliki peran penting dalam ekosistem sawah. Perubahan dalam komposisi dan kelimpahan organisme ini dapat mempengaruhi rantai makanan dan sirkulasi nutrien.
  • Aktivitas Manusia
    Aktivitas manusia seperti urbanisasi, perubahan penggunaan lahan, dan limbah pertanian dapat memengaruhi keseimbangan ekosistem sawah. Pengelolaan yang tidak berkelanjutan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan.
  • Cuaca dan Musim
    Variabilitas cuaca dan musim yang terjadi di wilayah sawah dapat memengaruhi siklus hidup tanaman padi dan organisme air, serta mempengaruhi produksi dan keberlanjutan ekosistem.
  • Kehadiran Predator dan Parasit
    Keberadaan predator dan parasit, baik pada tanaman maupun hewan, dapat mempengaruhi kelimpahan organisme dalam ekosistem sawah.
Baca Juga :  Sitoskeleton Adalah

Pemahaman faktor-faktor ini penting untuk merancang praktek pertanian yang berkelanjutan dan menjaga keseimbangan ekosistem sawah. Integrasi teknologi pertanian yang cerdas dan praktik berkelanjutan dapat membantu meminimalkan dampak negatif pada ekosistem sawah.

Contoh Rantai Makanan Di Sawah

Berdasarkan ciri ekosistem sawah tersebut dapat terlihat beberapa contoh rantai makanan yang terjadi pada ekosistem dengan alur:

produsen  →  konsumen I  →  konsumen II  →  konsumen III  →  pengurai atau decomposer

Energi matahari berperan sebagai menggerakan hamper seluruh ekosistem sawah, bagi padi dan rumput didalam sawah merupakan pembantu dalam pembuatan makanan sehingga mampu dikonsumsi oleh berbagai organisme tingkat trofik pertama.

Produsen

Padi merupakan produsen yang mendominasi sawah. Selain itu terdapat rumput yang berada di pinggiran sawah. Termasuk komponen organisme autotrof yaitu organisme yang bisa membuahkan makanan sendiri tanpa tergantung organisme lain.

Makanan dihasilkan dengan perlindungan cahaya matahari lewat sistem fotosintesis. Populasi padi terhadap tingkat produsen cukup melimpah gara-gara mereka merupakan sumber utama energi makanan untuk makhluk hidup lain bertahan hidup.

Konsumen I

Tingkat tropik kedua yaitu pemakan padi. Pada ekosistem sawah yang merupakan model kastemer tingkat I yaitu burung pemakan tikus, hama tikus, serangga dan keong mas. Bila populasi ini meningkat tersedia bisa saja berjalan gagal panen.

 Konsumen II

Orgnisme tingkat tropik ketiga yaitu pemakan kastemer tingkat ke dua.  Biasanya tergolong karnivora atau pemakan daging. Pengelompokan hewan yang duduki ekosistem sawah dengan model kastemer tingkat II yaitu ular sawah dan katak. Populasi ini lebih sedikit dibandingkan dengan hewan kastemer tingkat I.

Konsumen III/IV

Orgnisme tingkat tropik ketiga yaitu pemakan kastemer tingkat ke tiga. Pada ekosistem sawah yang merupakan model kastemer tingkat III/IV adalah burung elang dan ular sawah.

Pengurai Atau Dekomposer

Pengurai merupakan kastemer akhir yang bisa menguraikan senyawa organik yang mati. Pada ekosistem sawah yang merupakan model pengurai yaitu  bakteri, jamur dan berbagai model cacing.

Ketiganya terhitung kedalam mikroba yang bisa bekerja terhadap makhluk hidup yang mati, agar energi bisa di kembalikan ke lingkungan berbentuk nutrisi yang bisa menyuburkan tanah dan karbondioksida terhadap udara.

Rantai makanan di sawah melibatkan transfer energi dari satu tingkat trofik ke tingkat trofik berikutnya melalui konsumsi dan pemangsaan. Berikut adalah beberapa contoh rantai makanan di ekosistem sawah:

  • Padi → Belalang Pemakan Daun → Burung Pemangsa Belalang
  • Padi → Kumbang Pemakan Daun → Tikus Sawah → Ular Sawah
  • Tumbuhan Air (Eceng Gondok) → Belut Kecil → Ikan Kecil → Burung Pemangsa Ikan
  • Padi → Ulat Padi → Burung Pemangsa Ulat Padi
  • Tumbuhan Air (Rumput Air) → Kepiting Air Kecil → Ikan Kecil → Burung Pemangsa Ikan
  • Padi → Ulat Padi → Katak Sawah → Ular Sawah
  • Tumbuhan Air (Papyrus) → Bebek Air → Ular Air Kecil → Elang Sawah
  • Padi → Kumbang Pemakan Daun → Burung Pemangsa Kumbang
  • Tumbuhan Air (Lemna) → Kepiting Air Kecil → Ikan Kecil → Burung Pemangsa Ikan
  • Padi → Ulat Padi → Tikus Sawah → Ular Sawah → Elang Sawah
  • Tumbuhan Air (Hydrilla) → Belut Kecil → Ikan Kecil → Burung Pemangsa Ikan
  • Padi → Belalang Pemakan Daun → Ular Sawah → Elang Sawah
  • Tumbuhan Air (Water Lily) → Kumbang Air → Katak → Ular Air Kecil → Ikan Pemangsa Ular Air
  • Padi → Ulat Padi → Burung Pemangsa Ulat Padi → Ular Sawah
  • Tumbuhan Air (Cabomba) → Belut Kecil → Ikan Kecil → Burung Pemangsa Ikan
  • Padi → Tikus Sawah → Ular Sawah → Burung Pemangsa Ular Sawah
  • Tumbuhan Air (Salvinia) → Belut Kecil → Ikan Kecil → Burung Pemangsa Ikan
  • Padi → Kumbang Pemakan Daun → Kura-kura Sawah → Ular Sawah → Elang Sawah
  • Tumbuhan Air (Vallisneria) → Kepiting Air Kecil → Ikan Kecil → Burung Pemangsa Ikan
  • Padi → Ulat Padi → Burung Pemangsa Ulat Padi → Ular Sawah → Elang Sawah
  • Tumbuhan Air (Elocharis) → Belut Kecil → Ikan Kecil → Burung Pemangsa Ikan
  • Padi → Belalang Pemakan Daun → Kura-kura Sawah → Ular Sawah → Elang Sawah
  • Tumbuhan Air (Duckweed) → Bebek Air → Ular Air Kecil → Elang Sawah
  • Padi → Kumbang Pemakan Daun → Katak Sawah → Ular Sawah → Elang Sawah
  • Tumbuhan Air (Lotus) → Kumbang Air → Ikan Kecil → Burung Pemangsa Ikan
  • Padi → Tikus Sawah → Ular Sawah → Burung Pemangsa Ular Sawah
  • Tumbuhan Air (Cattail) → Kepiting Air Kecil → Ikan Kecil → Burung Pemangsa Ikan
  • Padi → Ulat Padi → Burung Pemangsa Ulat Padi → Ular Sawah → Burung Elang Sawah
  • Tumbuhan Air (Pistia) → Bebek Air → Ular Air Kecil → Elang Sawah
  • Padi → Kumbang Pemakan Daun → Tikus Sawah → Ular Sawah → Burung Pemangsa Ular Sawah
Baca Juga :  Menguak Keindahan Alam: Ekosistem Adalah

Perlu diingat bahwa rantai makanan ini bersifat ilustratif dan representatif. Ekosistem sawah yang sesungguhnya memiliki kompleksitas yang tinggi, dan interaksi antarorganisme dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor lingkungan lokal dan praktik pertanian yang diterapkan.

Kesimpulan

Rantai makanan di sawah sangat kompleks dan melibatkan berbagai organisme yang saling terkait dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Peran masing-masing organisme dalam rantai makanan ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem sawah.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Contoh Rantai Makanan Di Sawah dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.