Transpor Aktif Pada Membran Sel : Pengertian, Fungsi, Contoh, Jenis Dan Gambarnya Lengkap

Posted on

Transpor Aktif Pada Membran Sel : Pengertian, Fungsi, Contoh, Jenis Dan Gambarnya Lengkap

Transpor Aktif Membran Sel – Nah setelah membahas mengenai transpor aktif pada membrane sel di ulasan sebelumnya. Pada kesempatan kali ini kita akan mengupas mengenai seputar transpor aktif mulai dari pengertian transpor aktif, fungsi transpor aktif dan contoh transpor aktif.

Transpor aktif merupakan jenis transport membrane sel yang cukup penting untuk dipahami karena merupakan jenis transpor yang paling sering terjadi di tubuh kita. Maka oleh karena itu silahkan simak dengan seksama pembahasan berikut ini.

Pengertian Transpor Aktif

Transpor aktif ialah jenis transpor membrane sel yang memerlukan energi dalam aktivitasnya. Energi yang digunakan di dalam transpor aktif sel ialah ATP atau adenosine trifosfat, ATP merupakan energi kimia tinggi yang dihasilkan dari proses respirasi sel.

Sifat utama transpor aktif adalah melawan gradient konsentrasi, artinya pada transpor aktif akan terjadi pemompaan yang memaksa zat untuk melewati membrane dengan melawan gradient konsentrasinya.

Fungsi Dan Contoh Transpor Aktif

Fungsi transpor aktif ialah sebagai pemelihara keseimbangan di dalam sel. Ada beberapa contoh transpor aktif yang terjadi di sekitar kita. Misalnya ialah transpor aktif yang berlangsung sitoplasma sel darah merah manusia.

Sitoplasma sel darah merah manusia umumnya memiliki kadar ion kalium 30x lebih besar dibandingkan plasma darah “cairan ekstrasel”. Di sisi lain kadar ion natrium plasma darah 11x lebih besar dibandingkan kadar ion natrium sel darah merah.

Jenis Jenis Transpor Aktif

Transpor aktif membrane sel dapat digolongkan menjadi 2 jenis yakni endositosis dan eksositosis. Lantas apa itu endositosis dan eksositosis ??

Endositosis

Endositosis ialah peristiwa pembentukan kantong membrane sel ketika larutan atau partikel ditransfer ke dalam sel. Endositosis dibedakan menjadi 2 yakni pinositosis dan fagositosis.

Pinositosis

W.H. Lewis terhadap tahun 1931 menerangkan suatu tanda-tanda bahwa sejumlah kecil medium kultur masuk ke didalam sitoplasma didalam lekukan-lekukan membran sel.

Kemudian, lekukan tadi mengatasi diri membentuk kantong atau gelembung kecil didalam sitoplasma. Proses berikut tampak seolah-olah sel itu minum sehingga ia kemudian menamainya dengan sebutan “pinositosis” (dalam bhs Yunani pinos berarti minum).

Setelah ditemukannya mikroskop elektron di tahun 1950, pengamatan lebih teliti perlihatkan bahwa pinositosis ternyata adalah tanda-tanda yang lazim berlangsung terhadap sel ginjal epitelium usus, sel darah putih, makrofag hati, dan akar tumbuhan.

Gejala transpor aktif ini dapat berlangsung seumpama terdapat konsentrasi yang sesuai berasal dari asam amino, protein, atau ion-ion spesifik di medium sekeliling sel dan di didalam sel.

Mekanisme sistem pinositosis lewat tahapan sebagai berikut:

  • Mula-mula, zat pemicu melekat terhadap reseptor spesifik membran sel.
  • Kemudian terjadilah lekukan atau invaginasi membran sel yang kemudian membentuk gelembung kantong atau saluran pinositosik.
  • Di didalam sel, gelembung dapat pecah menjadi gelembung lebih kecil atau bergabung menjadi gelembung yang lebih besar.

Ada terhitung dugaan bahwa pembentukan gelembung pinositosis atau endositosis berlangsung akibat kontraksi mikrofilamen intrasel yang ujungnya melekat terhadap membran.

Fagositosis

Di akhir abad 19, E. Metchnikkof mengeluarkan pendapatnya mengenai sistem fagositosis terhadap transpor aktif membran sel. Proses fagositosis adalah transpor aktif bersifat pinositosis yang berlangsung terhadap benda padat dengan ukuran yang lebih besar.

Contoh transpor aktif lewat fagositosis berlangsung seumpama disaat Ciliata, rotifera, atau organisme mikroskopis lain ditelan Amoeba. Amoeba menangkap mikroorganisme mangsanya itu dengan pseudopodium (kaki semu), kemudian mengurung mereka didalam fagosom (vakuola). Selama fagositosis ini, mangsanya menjadi tak berdaya gara-gara sekresi enzim pencernaan berasal dari sel pemangsa (fagositik).

Contoh transpor aktif lewat fagositosis terhitung dapat ditemukan terhadap sistem yang berlangsung terhadap sel-sel darah putih disaat tengah memangsa bibit bakteri. Vakuola (fagosom) kemudian bergabung dengan lisosom. primer didalam sel dan dicerna oleh enzim berasal dari lisosom.

Eksositosis

Eksositosis adalah transpor aktif kebalikan endositosis. Pada sel-sel yang mengeluarkan sejumlah besar protein, protein berikut awalnya berkumpul di didalam suatu kantong yang dilapisi membran didalam kompleks Golgi. Kantong kemudian bergerak menuju permukaan sel dan menyingkirkan isinya ke luar.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Transpor Aktif Pada Membran Sel : Pengertian, Fungsi, Contoh, Jenis Dan Gambarnya Lengkap dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Baca Juga: