Kingdom Protista: Sejarah, Klasifikasi, Jenis, Ciri, Peran Dan Habitatnya

Posted on

Kingdom Protista – Dalam studi ilmu biologi, kerajaan Protista atau protozoa seringkali menjadi subjek yang menarik. Protista adalah kelompok organisme eukariotik yang sering kali disebut sebagai organisme yang paling primitif. Meskipun demikian, kingdom ini memiliki keanekaragaman yang luar biasa dan peran yang sangat penting dalam ekosistem kita. Dengan ciri-ciri yang beragam, dari organisme uniselular kecil hingga organisme bersel banyak yang kompleks, Protista memberikan wawasan yang mendalam tentang evolusi kehidupan.

Sejarah dan Pengenalan Kingdom Protista

Konsep tentang kerajaan Protista dimulai pada abad ke-19 oleh ilmuwan Jerman Ernst Haeckel, yang menggunakan istilah ini untuk menggambarkan organisme-organisme eukariotik sederhana yang tidak termasuk dalam kerajaan hewan, tumbuhan, atau fungi. Perkembangan mikroskop pada periode ini memungkinkan para ilmuwan untuk mempelajari dunia mikroorganisme dengan lebih detail.

Protista terdiri dari berbagai organisme yang berbeda dan ciri-ciri mereka bervariasi luas. Dalam kelompok ini, terdapat protozoa (organisme uniselular), alga (organisme bersel banyak), dan organisme seperti protozoa berkoloni, bersel tunggal, atau multinukleat.

Keanekaragaman dan Jenis Organisme dalam Kingdom Protista

Adapun keanekaragaman dan Jenis organisme dalam kingdom protista diantaranya yaitu:

Klasifikasi Organisme Protista

Protista memiliki beberapa kelompok utama:

  • Protozoa: Organisme uniselular yang heterotrofik, yang mencakup amoeba, flagellates, ciliates, dan sporozoa.
  • Alga: Organisme bersel banyak yang fotosintetik, seperti alga hijau, coklat, dan merah.
  • Slime Molds: Organisme yang menyerupai jamur, tetapi termasuk dalam kingdom Protista karena mereka memiliki sifat-sifat yang berbeda.
Baca Juga :  Fungsi Karbohidrat

Jenis-Jenis Protista

Adapun jenis-jenis protista diantaranya:

  • Amoeba: Amoeba adalah salah satu contoh terkenal dari protozoa. Organisme ini bergerak dengan mengubah bentuk tubuhnya dan umumnya hidup di air tawar. Mereka memperoleh makanan dengan cara memakan partikel organik atau bakteri.
  • Plasmodium: Merupakan genus dari parasit sporozoa yang menyebabkan penyakit malaria pada manusia. Mereka hidup dalam tubuh nyamuk dan manusia, menunjukkan sifat heterotrofik dengan memperoleh nutrisi dari inangnya.
  • Paramecium: Organisme bersel banyak yang berbentuk seperti sepatu kuda, bergerak dengan menggunakan silia yang melapisi seluruh tubuhnya. Mereka memakan bakteri dan bahan organik lainnya yang terlarut di dalam air.
  • Euglena: Contoh organisme Protista yang bersifat unik karena memiliki ciri-ciri hewan dan tumbuhan. Euglena dapat berfotosintesis jika ada cahaya, tetapi juga dapat menjadi heterotrofik jika tidak ada sumber cahaya.
  • Diversity Alga: Alga mencakup berbagai jenis organisme, mulai dari alga merah, coklat, hingga alga hijau. Mereka tersebar luas di lingkungan akuatik dan menjadi komponen penting dalam rantai makanan laut.
  • Slime Molds: Dalam Protista, ada juga organisme seperti slime molds yang sering disebut sebagai “jamur tanah” karena siklus hidupnya yang menyerupai jamur, meskipun mereka berbeda dalam hal reproduksi dan struktur.

Peran dan Habitat Kingdom Protista

Protista hidup di berbagai habitat, mulai dari air tawar, air laut, tanah, hingga sebagai parasit dalam tubuh organisme lain. Mereka memiliki peran yang signifikan dalam ekosistem. Contohnya, alga menjadi produsen utama dalam rantai makanan akuatik dan merupakan sumber utama oksigen dalam atmosfer.

Sejumlah besar protozoa memakan bakteri dan materi organik lainnya, memainkan peran penting dalam siklus nutrisi dan dalam mempertahankan keseimbangan ekosistem. Namun, beberapa juga menjadi parasit yang menyebabkan penyakit pada manusia, hewan, dan tanaman.

Baca Juga :  Transpor Aktif Dan Transpor Pasif
Kingdom Protista

Ciri-Ciri Kingdom Protista

Protista umumnya mempunyai ukuran Mikroskopis dan makrokopis: Organisme yang berukuran mikroskopis adalah organisme yang berukuran sekitar 5 μm – 3 mm. selain itu juga ada yang berukuran makroskopis dengan ukuran Panjang mencapai 60 meter bahkan lebih. Berikut ini ciri-ciri lainnya dari Kingdom Protista Grameds:

  • Umumnya Uniseluler: Kingdom Protista tersusun atas satu sel atau uniseluler. Tetapi ada juga yang multi seluler atau sel banyak. Dalam penelitian kingdom Protista yang bersel banyak atau multiseluler akan hidup secara berkelompok (membentuk Koloni).
  • Tipe Sel Eukariotik: Protista memiliki membran inti sehingga disebut sebagai sel eukariotik. Sel yang sudah bermembran inti, namun Protista merupakan makhluk hidup prokariotik yang paling sederhana tetapi jauh lebih kompleks dalam hal struktur, fungsi, tingkah laku dan ekologinya bila dibandingkan dengan Archaebacteria dan Eubacteria.
  • Hidup Bebas atau Simbiosis: Kingdom Protista dapat hidup bebas dengan cara menguntungkan satu sama lain. Tetapi juga dapat bersifat parasite bagi organisme lainnya. Jika bersifat parasite maka akan mengakibatkan banyak penyakit di sekitarnya.
  • Habitat Umumnya di Tempat Lembab: Seperti sudah di jelaskan diatas bahwa Protista ini hidup di air atau tempat lembab. Bukan hanya di air tawar tetapi di laut juga yang kadar garamnya banyak Protista juga dapat hidup. Protista yang hidup di laut sebagian besar bertindak sebagai fitoplankton yang merupakan kontributor utama dalam penyediaan energi jaring-jaring makanan.
  • Bersifat Aerob dan Anaerob: Bersifat aerob karena memerlukan oksigen untuk proses respirasi yang bertempat pada mitokondria. Bersifat anaerob karena tidak memerlukan oksigen pada respirasi dengan bersimbiosis bersama bakteri yang bersifat aerob.
  • Bersifat Heterotrof dan Bersifat heterotrop karena memperoleh makanan dengan mengabsorsi molekul organik dan sebagian lagi bersifat fotoautotrof karena memiliki kloroplas sebagai tempat untuk menangkap energi matahari.
  • Bersifat Motil: Ada sebagian Protista yang mempunyai alat gerak seperti flagel atau bulu cambuk, silia atau rambut getar, dan pseudopodia atau kaki semu. Dengan demikian Protista dapat di sebut dengan motil yang bergerak bebas.
Baca Juga :  Enzim Tripsin: Fungsi, Cara Kerja Dan Sifatnya

Pentingnya Kingdom Protista dalam Ekosistem

Protista memegang peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Alga, misalnya, memberikan kontribusi signifikan dalam siklus oksigen melalui proses fotosintesis. Selain itu, organisme seperti protozoa membantu dalam dekomposisi materi organik, yang penting dalam mengubah sisa-sisa organik menjadi nutrisi yang dapat diambil oleh organisme lain.

Namun, tidak semua Protista memiliki efek positif. Beberapa di antaranya adalah parasit yang menginfeksi manusia, hewan, atau tanaman. Contohnya, Plasmodium menyebabkan malaria yang menjadi masalah kesehatan global yang signifikan.

Penelitian dan Perkembangan Terkini

Studi tentang Protista terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Mikroskopi canggih, analisis genetik, dan metode eksperimental lainnya memungkinkan para ilmuwan untuk lebih memahami kingdom ini.

Perkembangan terkini dalam genomika dan biologi molekuler telah memberikan wawasan yang lebih dalam tentang sejarah evolusi Protista. Penelitian tentang resistensi obat pada parasit Protista dan upaya untuk menemukan pengobatan yang lebih efektif terhadap penyakit yang disebabkan oleh mereka merupakan fokus utama dari berbagai penelitian saat ini.

Kesimpulan

Kingdom Protista adalah kelompok organisme eukariotik yang beragam dan luas. Dari protozoa hingga alga, keanekaragaman mereka sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga memiliki dampak negatif sebagai parasit penyebab penyakit. Studi terkini tentang Protista terus berkembang, memberikan wawasan yang lebih dalam tentang evolusi dan sifat-sifat organisme ini.

Dengan demikian, pemahaman yang lebih baik tentang kingdom Protista akan membantu dalam pengembangan solusi untuk masalah kesehatan global serta memperluas pengetahuan tentang kehidupan pada tingkat mikroskopis.