Tulang Rawan

Posted on

Tulang Rawan – Nah jika kalian menyentuh telinga atau hidung, kedua organ ini terasa begitu fleksibel atau lentur. Tahukah kalian meski lentur, keduanya ternyata terdiri dari tulang? Tulang yang menyusun telinga dan hidung adalah tulang rawan.

Meski lentur, tulang rawan tetap tersusun dari jaringan yang padat. Organ ini juga memiliki fungsi yang penting untuk tubuh kita. Agar tidak semakin penasaran, simak penjelasan lebih lengkapnya dibawah ini.

Tulang Rawan Manusia Dan Lokasinya

Tulang rawan ialah sejenis jaringan ikat yang terdiri dari sel-sel yang disebut kondrosit. Kondrosit kemudian memproduksi komponen pembuat tulang rawan lain.

Seperti serat kolagen serta serat elastin. Jaringan tulang rawan memiliki sifat elastis tapi tetap padat, pada tubuh tulang rawan terdapat di beberapa area seperti:

  • Di sela-sela persendian, seperti pada siku, lutut dan pergelangan kaki.
  • Di ujung tulang rusuk.
  • Di antara tulang-tulang di susunan tulang belakang.
  • Telinga dan hidung.
  • Di saluran napas.

Fungsi Jaringan Tulang Rawan

Meski sama-sama disebut tulang tapi fungsi tulang rawan sama sekali berbeda dengan tulang biasa. Nah berikut ini beberapa peran yang diemban oleh tulang rawan di tubuh.

  • Mengurangi gesekan dan berperan sebagai bantalan antar tulang di persendian.
  • Membantu menopang berat badan saat tubuh melakukan kegiatan seperti berlari, membungkuk, atau melakukan peregangan.
  • Sebagai perekat tulang-tulang di tubuh, sebagai contoh, pada tulang rusuk
  • Menjalankan fungsi sesuai organ yang dibentuknya. Sebagai contoh, telinga, yang seluruhnya terdiri dari tulang rawan, berfungsi untuk mendengar.
  • Sebagai bagian dari proses pertumbuhan tulang anak. Sebab, pada anak-anak, ujung tulang paha dan kaki masih terbuat dari tulang rawan, dan baru akan berubah menjadi tulang biasa saat masa pertumbuhan berhenti.
Baca Juga :  Telinga : Pengertian, Struktur, Fungsi, Bagian Dan Menjaga Kesehatannya

Jenis Jenis Tulang Rawan

Adapun tulang rawan dibagi menjadi tiga jenis berbeda diantaranya yaitu:

Tulang Rawan Elastis

Tulang rawan elastis adalah jenis yang ditemukan pada telinga, epglotis (pintu masuk tenggorokan), hidung, dan trakea. Tulang rawan jenis ini, dapat memberikan kekuatan dan kelenturan untuk organ maupun struktur tubuh, seperti pada telinga bagian luar.

Tulang Rawan Fibrosa

Pada tubuh, tulang ini terletak pada cekungan kecil yang disebut sebagai menisci serta pada diskus atau cakram yang terletak di antara tulang belakang. Tulang rawan jenis inilah yang berfungsi sebagai bantalan pada sendi, dan mengurangi gesekan antartulang yang bisa menimbulkan nyeri.

Tulang Rawan Hialin

Tulan rawan hialin adalah jenis tulang rawan yang paling banyak terdapat pada tubuh, dan dapat ditemukan di laring, hidung, tulang rusuk, serta trakea. Lembaran tipis tulang rawan juga ada di permukaan tulang, dan berperan sebagai bantalan.

Tulang rawan hialin dapat juga disebut sebagai tulang rawan artikular. Dibandingkan dengan dua jenis tulang rawan lainnya, jenis ini dinilai sebagai tulang rawan yang paling lemah.

Gangguan Yang Dapat Terjadi Di Tulang Rawan

Meski lentur tulang rawan tetap dapat terserang gangguan dan menimbulkan beberapa gejala diantaranya yaitu:

  • Peradangan, yang menyebabkan area tulang rawan tersebut akan membengkak, dan terasa lebih hangat dibandingkan bagian tubuh lainnya.
  • Rasa nyeri di area tulang rawan.
  • Kekakuan di area tubuh.
  • Kesulitan untuk bergerak, apabila tulang rawan yang mengalami gangguan, terletak di persendianKerusakan tulang rawan, umumnya terjadi di lulut. Namun, area lain seperti siku, pergelangan tangan, pergelangan kaki, bahu, dan pinggang juga dapat mengalaminya.

Pada kasus yang parah, tulang rawan bahkan bisa patah dan menyebabkan sendi di tubuh menjadi terkunci. Kondisi ini juga bisa menyebabkan terjadinya hemarthrosis atau perdarahan pada sendi. Saat sendi mengalami perdarahan, kulit di area sendi tersebut akan terlihat memar dan kemerahan.

Baca Juga :  Macam Macam Sel Saraf (Neuron) : Pengertian, Struktur Dan Fungsinya

Saat kondisi ini terjadi perawatan akan dilakukan sesuai dengan kondisi gangguan dan penyebab awalnya. Umumnya perawatan dilakukan dengan pemberian obat pereda nyeri golongan antiinflamasi non-steroid “AINS” dan terkadang juga dengan suntikan steroid.

Dan selain itu terapi fisik juga dapat dilakukan untuk memperlancar pergerakan kembali, pada kondisi yang parah, prosedur operasi terkadang perlu dilakukan.

Untuk menghindari gangguan pada tulang rawan, kalian sebaiknya senantiasa menjaga kesehatannya dengan rutin berolahraga dan menjaha pola makan. Dan apabila gejala gangguan sudah mulai muncul, segera periksakan diri ke dokter untuk segera mendapatkan perawatan.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Tulang Rawan dapat menambah wawasan dna pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.