Contoh Limbah Padat : Pengertian, Dampak Dan Cara Penanganannya

Posted on

Contoh Limbah Padat : Pengertian, Dampak Dan Cara Penanganannya

Contoh Limbah Padat – Dalam hal ini berdasarkan wujudnya, limbah dapat digolongkan ke dalam 3 jenis yakni limbah padat, cair dan gas. Nah pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Contoh Limbah Padat, bagi kalian yang belum memahami apa itu limbah padat, simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

Pengertian Limbah Padat Dan Contohnya

Limbah padat ialah suatu bahan sisa berupa fase padat yang dihasilkan dari proses produksi maupun konsumsi. Sama seperti jenis limbah lainnya, limbah padat juga dapat menimbulkan dampak serius bila tidak ditangani secara serius, misalnya terjadinya kerusakan permukaan tanah, badan air, penurunan kualitas udara, banjir atau timbulnya bau busuk akibat dekomposisi limbah padat organik.

Berdasarkan sifat dan karakteristiknya, limbah padat sendiri dibedakan menjadi beberapa jenis di antaranya limbah padat yang mudah terbakar, sukar terbakar, mudah membusuk, dapat didaur ulang, limbah radioaktif. Masing-masing jenis limbah ini memerlukan teknik penanganan yang berbeda-beda. Nah berikut ini telah kami rangkum beberapa contoh limbah padat diantaranya:

Limbah Plastik

Limbah plastik ialah salah satu contoh limbah padat yang menjadi masalah serius bagi lingkungan. Penggunaan plastik yang tinggi ialah penyebab utamanya. Selain itu plastik juga sangat sulit untuk terdekomposisi karena termasuk jenis limbah anorganik.

Salah satu teknik dalam penanganan limbah plastik ialah dengan daur ulang “recycle” dan penggunaan kembali “reuse” dengan memanfaatkannya sebagai bahan baku kerajinan.

Limbah Kertas

Kendati dampaknya tidak seserius limbah plastik, limbah kertas juga perlu diwaspadai sebagai salah satu bahan pencemar lingkungan. Terlebih kertas bekas yang mengandung banyak timbal dari tinta yang telah digunakan untuk menggoresnya. Limbah kertas dapat diatur ulang dengan mudah menjadi kertas baru, selain itu ia juga dapat digunakan kembali sebagai bahan baku kerajinan.

Limbah Karet

Limbah karet ialah masalah serius, industri otomotif dan dunia kesehatan ialah penyumbang terbesar limbah ini bagi menurunnya kualitas lingkungan hidup. Penanganan limbah karet, misalnya ban bekas atau dari alat kesehatan kerap tidak mendapatkan perhatian serius.

Biasanya mereka hanya ditumpuk atau dibakar, kedua teknik penanganan ini justru semakin memperbesar kerusakan bumi, bila ditumpuk ia akan mencemari permukaan tanah dan bila dibakar akan merusak kualitas udara.

Limbah Logam

Logam seperti besi, baja, seng, alumunium yang telah hanis konsumsi juga merupakan contoh limbah padat, kendati begitu, keberadaan limbah ini umumnya tidak menimbulkan masalah serius karena mereka dapat didaur ulang kembali menjadi produk baru yang siap digunakan.

Limbah Pertanian

Proses produksi pertanian telah meninggalkan banyak limbah yang perlu mendapat perhatian serius. Pupuk dan pestisida yang terbawa ke badan air misalnya dapat membuat masalah baru pada kehidupan organisme sungai adanya kelebihan unsur Nitrogen di badan air karena akumulasi pemupukan urea telah menyebabkan terjadinya nitrifikasi dan tumbuhnya alga dan eceng gondok secara membeludak.

Sementara akumulasi pestisida telah meracuni kehidupan biota laut dan menjadikan ketidakseimbangan rantai makanan karena salah satu unsur dalam rantai tersebut mengalami kelangkaan.

Dampak Limbah Padat

Nah berikuta ini beberapa dampak limbah padat yang diantaranya yaitu:

  • Akan menimbulkan/mengeluarkan gas beracun seperti asam sulfat “H2S”, amonia “NH3”, methan “CH4”, CO2, dll.
  • Akan menurunkan kualitas udara pada sampah yang ditumpuk.
  • Akan menurunkan kualitas air karena limbah padat biasanya langsung dibuang pada perairan seperti sungai, laut dan lainnya.
  • Akan menyebabkan kerusakan permukaan tanah.

Cara Penanganan Limbah Padat

Untuk mengurangi penumpukan limbah padat, limbah padat pelaksanaan pembangunan yang menghemat sumber daya alam dan pembangunan yang dapat memberi nilai tambah pada sumber daya alam. Karena itu, untuk menghemat sumber daya alam maka dilakukan cara 4R yakni Replace, Reduce, Recycle dan Reuse.

Replace

Replace merupakan suatu usaha mengurangi pencemaran dengan menggunakan barang yang ramah lingkungan, misalnya seperti memanfaatkan daun sebagai pembungkus dari pada plastik, mengganti kantong plastik biasa dengan plastic biodegradable.

Reduce

Reduce merupakan suatu usaha untuk mengurangi pencemaran dengan menggunakan barang yang ramah lingkungan. Misalnya seperti membawa tas belanja sendiri ketika hendak berbelanja, pelembut pakaian, minyak goreng, membeli kebutuhan sehari-hari dalam kemasan besar dan lain sebagainya.

Contoh reduse sehari-hari diantaranya yaitu:

  • Membeli kemasan produk yang bisa didaur ulang.
  • Tidak pemakaian produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar.
  • Memakai produk yang dapat diisi ulang.
  • Tidak menggunakan barang atau bahan sekali pakai.
  • Menggunakan surat elektronik atau email untuk mengirim surat.

Recycle

Recycle merupakan suatu usaha meminimalisir pencemaran lingkungan dengan cara mendaur ulang sampah melalui penanganan dan teknologi khusus. Proses daur ulang ini biasanya dilakukan oleh pabrik atau industri untuk diubah menjadi produk lain yang dapat dimanfaatkan.

Limbah padat yang dapat didaur ulang diantaranya plastik bekas yang bisa didaur ulang menjadi ember, gantungan baju, pot tanaman dan masih banyak lagi yang lainnya.

Contoh recycle sehari-hari diantaranya yaitu:

  • Memakai kemasan produk yang dapat didaur ulang dan mudah terurai
  • Mengolah sampah kertas menjadi kertas atau karton.
  • Mengolah sampah organik menjadi kompos.
  • Mengolah sampah organik menjadi barang yang bermanfaat atau bahkan memiliki nilai jual.
  • Mengolah sampah/limbah menjadi sumbar bahan bakar.

Reuse

Reuse merupakan suatu usaha mengurangi pencemaran lingkungan dengan cara menggunakan dan memanfaatkan kembali barang-barang yang seharusnya dibuang.

Contoh reuse sehari-hari diantaranya yaitu:

  • Memakai wadah, kantong atau benda yang bisa digunakan berkali atau berulang-ulang.
  • Memakai alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan dapat ditulis kembali.
  • Memakai sisi kertas yang masih kosong untuk menulis.

Semoga dengan adanya ulasan mengenai Contoh Limbah Padat : Pengertian, Dampak Dan Cara Penanganannya dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Baca Juga: