Mekanisme Pengangkutan Air Dari Akar Menuju Daun

Posted on

Mekanisme Pengangkutan Air Dari Akar Menuju Daun – Dalam hal ini air menjadi salah satu komponen terpentiung bagi semua makhluk hidup tak terkecuali tumbuhan. Air yang dibutuhkan oleh tumbuhan digunakan untuk bertahan hidup serta menghasilkan cadangan makanan.

Seperti yang kita ketahui air yang dibutuhkan oleh tumbuhan berada di bawah atau dalam tanah. Dalam proses pembuatan makanan, air tersebut harus melewati suatu mekanisme untuk sampai ke atas yang disebut sebagai mekanisme pengangkutan air dari akar menuju daun.

Lantas Bagaimana Mekanisme Pengangkutan Air Dari Akar Menuju Daun Bekerja?

Tahap pertama proses pengangkutan air ini dimulai dari diserapnya air dari dalam tanah oleh rambut-rambut akar untuk kemudian masuk ke bagian sel-sel epidermis dengan cara osmosis. Berikutnya air akan melewati lapisan korteks kemudian menuju endodermis dan perisikel.

Air masuk ke dalam jaringan xilem yang berada di bagian tengah akar kemudian diangkut ke atas (melalui xilem batang) menuju daun melalui xilem daun untuk diolah sebagai bahan baku fotosintesis.

Naiknya air dari akar ke daun disebabkan karena adanya daya kapilaritas pada batang, sehingga air dapat dengan mudah terangkut ke bagian tumbuhan lain yang posisinya lebih tinggi dari akar dan bahkan ke bagian tubuh tumbuhan lainnya.

Cara Mekanisme Pengangkutan Air Dari Akar Menuju Daun

Pada dasarnya mekanisme pangangkutan air dari akar menuju daun terbagi menjadi dua cara antara lain yaitu:

Baca Juga :  7 Manfaat Tumbuhan Paku

Mekanisme Ekstravaskuler

Mekanisme ekstravaskuler merupakan mekanisme pengangkutan air dari akar menuju daun yang dilakukan pada bagian luar berkas pengangkut. Pengangkutan ini terbagi menjadi dua, yakni:

  • Apoplas
    Pengangkutan apoplas terjadi ketika air masuk secara difusi bebas atau transpor pasif ke dinding sel serta ruang-ruang antara sel yang berada di dalam akar. Dalam hal ini air yang telah masuk tidak dapat langsung masuk ke jaringan xilem. Sebab air terhalang oleh lapisan endodermis akar. Nantinya pada lapisan endodermis air masuk secara osmosis.
  • Simplas
    Proses ini terjadi ketika air dan mineral bergerak menuju bagian hidup dari sel tumbuhan, misal vakuola dan sitoplasma. Adapun tahapan air yang masuk secara simplas yakni: Sel – sel bulu akar – sel korteks – endodermis – perisikel – xilem

Mekanisme Intravaskuler

Mekanisme pengangkutan air secara intravaskuler dilakukan melalui berkas pengangkut xilem. Pada mekanisme ini memiliki bagian terpenting terutama dalam proses pengangkutan air dan mineral yakni sel-sel trakea.

Bagaimana Air Dari Bawah Tanah Dapat Naik Menuju Daun?

Ada beberapa hal mengapa air yang berada di bawah tanah dapat naik hingga menuju daun.

Adanya Tekanan Pada Akar

Ketika proses penyerapan air terjadi, cairan yang ada pada sel rambut akar sedikit berkurang kekentalannya. Sehingga sel bagian dalam dapat menyerap air pada rambut akar dengan mudah.

Cara ini juga dipakai dalam memindahkan air dari sel ke sel sampai akhirnya tiba pada pembuluh kayu.

Terjadi Kapilaritas Pada Batang

Seperti yang diketahui jika xilem adalah pembuluh kapiler yang berada di dalam tumbuhan. Dalam hal ini sesuai dengan prinsip kapilaritas, air dapat naik dengan mudah di dalam pembuluh.

Baca Juga :  Tumbuhan Epifit : Pengertian, Ciri Dan Contohnya

Proses naiknya air tersebut terjadi karena adanya adhesi yang terjadi di antara molekul air dengan dinding tumbuhan.

Daya Hisap Pada Daun

Air yang telah ada di dalam daun, tidak selamanya tersimpan namun diolah bahkan mengalami penguapan melalui stomata. Akibatnya cairan yang berada di dalam sel-sel daun meningkat kadar kekentalannya.

Sehingga dapat memicu sel pada daun untuk menyerap air dari pembuluh kayu. Hal ini terjadi secara terus menerus mulai dari akar sampai dengan daun.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Mekanisme Pengangkutan Air Dari Akar Menuju Daun dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.