16 Contoh Hewan Yang Mengalami Metamorfosis Sempurna Beserta Gambarnya Lengkap

Contoh Hewan Yang Mengalami Metamorfosis Sempurna – Metamorfosis sempurna merupakan perkembangan yang dialami oleh hewan jenis serangga atau amfibi dimana dalam perkembangan hewan tersebut melewati 4 tahapan. “yakni dimulai dari fase telur, larva, pupa dan imago “dewasa”. Fase transisi atau perubahan pada jenis hewan serangga atau amfibi ini ialah titik perubahan sampai menjadi bentuk dewasanya.

Perkembangan hewan jenis serangga atau amfibi ini akan mengalami perubahan bentuk secara total. Artinya ialah ketika masih muda dengan masa dewasa menunjukkan perubahan yang berbeda. Perubahan ini juga meliputi cara hewan tersebut mencari dan mengambil makanan bahkan juga mencakup tempat asli atau habitatnya.

Metamorfosis Sempurna

Telur – Larva – Pupa “Kepompong” – Imago “Dewasa”

Nah dibawah ini kami akan jelaskan satu persatu dari fase diatas supaya kalian lebih mudah memahaminya, simak selengkapnya berikut ini:

Fase Telur

Fase telur ialah tahapan dimana induk betina meletakkan telur di tempat yang sesuai kebutuhan dan perkembangan calon anaknya. Misalnya pada jenis hewan kupu-kupu, seekor induk kupu-kupu betina akan meletakkan telur di permukaan daun.

Dengan tujuan apabila telur tersebut menetas maka hewan muda tersebut akan langsung dapat mengkonsumsi daun sebagai makanan utamanya.

“Hal yang perlu diketahui dari fase ini ialah embrio hasil fertelisasi yaitu sel telur dengan sel sperma akan terus mengalami pembelahan sampai membetuk organ”. Dan jika sudah mencapai pada batas tertentu maka akan membentuk tubuh baru. Tubuh baru ini dikenal larva.

Fase Larva

Fase larva ialah fase dimana hewan muda makan dengan sangat aktif. Pada fase ini larva akan terus mengkonsumsi makanan untuk pertumbuhan dan perkembangan organ tubuhnya. Misalnya saja telur menetas menjadi ulat. Dan ulat yang menempel didedaunan akan terus aktif dengan mengkonsumsi daun agar bisa terus hidup sampai ke fase selanjutnya.

“Khusus untuk jenis hewan yang memiliki rangka luar “eksoskeleton” maka akan mengalami pergantian kulit. Karena semakin hari tubuhnya akan membesar sehingga dia membutuhkan eksoskeleton yang baru untuk ukuran tubuhnya yang baru”.

Larva akan berhenti makan apabila sudah menacapi pada titik tertentu. Dan pada titik tersebut dia akan mengalami perkembangan untuk melanjutkan ke fase atau tahap selanjutnya yakni pupa. Setiap perubahan pada larva akan diatur atau dikontrol oleh sistem hormon yang terdapat dalam tubuhnya.

Fase Pupa

Fase pupa ialah fase transisi dimana ulat atau larva mengalami perubahan bentuk secara total menjadi bentuk atau tubuh yang baru. Pupa sering dikenal dengan kepompong. “Dalam fase transisi ini tubuh pupa atau kepompong akan dilindungi oleh rangka luar yang sangat keras, dikenal dengan kokon”.

Pada masa ini juga hewan akan mengalami proses atau kondisi inakatif, yakni kondisi dimana hewan tidak makan dalam beberapa waktu tertentu. Di dalam kokon pupa akan sangat aktif membentuk organ tubuh yang baru dengan cara membelah diri sampai menuju ke bentuk hewan dewasa.

Baca Juga :  Proses Metamorfosis Lalat : 4 Tahapan Dan Gambarnya

Energi untuk proses pembentukan organ tubuh ini diperoleh ketika masih menjadi larva. Jadi jangan hewan apabila melihat pada fase larva, mereka makan dengan sangat banyak. Untuk menjadi hewan dewasa maka pupa mempunyai waktu yang beragam.

Fase Dewasa

Fase dewasa ialah tahapan dimana keluarnya organism baru dengan bentuk yang berbeda. Fase ini dikenal dengan imago atau hewan dewasa. Dan pada tahapan ini adaptasi, cara mencari dan mengambil makan sangat jauh berbeda dengan masa ketika masih menjadi larva.

“Di fase ini juga hewan dewasa akan kawin dan bereproduksi antara jantan dengan betina yang sejenis. Sehingga akan membentuk ratusan telur-telur baru yang akan kembali lagi ke proses atau tahap awal”.

Contoh Hewan Yang Mengalami Metamorfosis Sempurna “Holometobola”

Adapun beberapa contoh hewan atau serangga yang mengalami metamorfosis sempurna diantaranya yaitu:

Kupu Kupu

Kupu kupu merupakan contoh hewan bermetamorfosis sempurna, kupu kupu melewati 4 proses tahapan diantaranya telur, larva, pupa dan imago. Pada tahapan kepompong, calon kupu kupu sebelumnya akan menggulung di daun, di tanah atau di batang tanaman dalam keadaan inaktif.

Selama tahapan ini maka akan mengalami proses transisi dari ulat yang terlihat jijik menjadi organisme baru yang cantik dan indah yakni kupu kupu dewasa.

Nyamuk

Nyamuk ialah serangga yang sering dijumpai pada malam hari, serangga yang selalu menghisap darah manusia ini ternyata mengalami fase pupa dalam proses metamorfosisnya. “Ketika si induk bertelur maka akan menetas selama 2 hari. Setelah itu akan berubah menjadi jentik dan mengalami beberapa pergantian julit atau disebut instar”.

Kemudian setelah 7 hari jentik akan berubah menjadi pupa sampai akhirnya berubah bentuk menjadi imago dewasa selama 12 hari, imago yang memiliki sayap akan terbang dan hinggap di kulit manusia untuk menghisap darah segar.

Lalat

Mungkin bagi sebagian orang tidak menyangka bahwa lalay mengalami fase pupa dalam perkembangan hidupnya. Si induk lalat akan merahasiakan tempat dimana telur menyempurnakan diri sampai menjadi imago dewasa.

Secara singkat lalat bermetamorfosis selama lebih kurang sebulan dengan rincian 1 hari bertelur, 2 hari larva, 7 hari pupa dan 21 imago.

Tawon

 Tawon merupakan jenis serangga yang masuk ke dalam anggota Hymenoptera. Tawon pada dasarnya mengalami metamorfosis sempurna yaitu dimulai dari fase telur, larva, pupa dan imago.

“Secara umum larva tawon tidak memiliki mata, kaki dan juga rahang, sehingga untuk bertahan hidup, si induk akan memberi makan setiap saat”.

Larva tawon terus mengalami pergantian kulit sampai pada akhirnya berubah bentuk menjadi kepompong. Hal yang unik dari kepompong tawon ini ialah warna kepompong hamper menyerupai imago.

Sehingga orang yang hendak memburunya akan mengalami kesulitan, kepompong tawon berwarna pucat. Terakhir setelah mengalami fase kepompong makan akan menetas dan menunggu sejenak hingga sayapnya kering dan siap untuk terbang.

Undur-Undur

Undur-undur mengalami metamorforsis sempurna yakni dimulai dari telur, larva, kepompong dan imago. Perkembangan undur-undur dimulai dari sang induk meletakkan telurnya di dalam tanah berpasir.

Sekali bertelur sang induk betina akan memproduksi 20 butir telur dan meletakkan di pasir dengan suhu 27 derajat celcius. Setelah itu undur-undur akan menetas dan menjadi larva dengan tubuh yang gempal, pipih, berkaki enam dan memiliki sepasang taring yang cukup panjang di bagian kepala.

Baca Juga :  Daur Hidup Fasciola Hepatica (Cacing Hati)

Hal yang unik dari larva undur-undur ini ialah mereka tidak memiliki anus sehingga sisa metabolisme atau feses akan tetap disimpan di dalam tubuh hingga telah berubah menjadi undur-undur dewasa. Fase selanjutnya ialah kepompong, kepompong undur-undur berbentuk kumpalan butiran pasir yang disatukan atau dilapisi sutra yang berasal dari kelenjar abdomennya.

Lamanya proses menjadi undur-undur dewasa ialah selama 30 hari yang terkubur didalam tanah. Undur-undur dewasa hanya bisa bertahan hidup selama 20-25 hari.

Lalat Gergaji “Sawflies”

Tidak jauh berbeda dengan lalat biasa, lalat gergaji juga melewati 4 fase dalam proses metamorfosisnya, lalat gergaji masuk ke dalam subordo symphyta dari ordo Hymenopetra.

Keberadaan lalat gergaji dalam jumlah besar ternyata dapat merugikan manusia terutama hutan serta tanaman yang sedang dibudidayakan.

Kalajengking Terbang “Scorpionflies”

Kalajengking terbang ialah spesies yang dikategorikan sebagai serangga. Ia satu kelas dengan lalat, meskipun sekilas ia tampak seperti kalajengking yang berekor di belakang. Namun ternyata secara taksonomi ia masuk kedalam ordo Mecoptera.

Kalajengking terbang berdasarkan tahapan perkembangannya mengalami empat fase. Sehingga ia masuk ke dalam kelompok hewan bermetamorfosis sempurna.

Ngengat

Ngengat secara kasat mata mirip dengan kupu kupu, karena memang secara ilmiah mereka masuk ke dalam ordo Lepidopetra.

Dalam tahapan perkembangan ngengat juga mengalami empat fase, yang dimulai dari bertelur, larva, kepompong dan imago. Akan tetapi kehidupan ngengat berbeda dengan kupu kupu, ngengat hidup malam hari sedangkan kupu kupu di siang hari.

Semut

Kehidupan semut tidak jauh berbeda dengan lebah yaitu memiliki 3 kelompok, dimulai dari semut pekerja, ratu semut dan prajurit semut. Dalam perkembangan hidupnya semut mengalami 4 fase sehingga dimasukkan ke dalam hewan bermetamorfosis sempurna, namun ada hal yang unik dalam tahapan metamorfosis semut.

“Larva semut sangat rentan terhadap mara bahaya, karena pada tahapan ini larva semut tidak memiliki kaki sehingga tidak mampu berdiri dan menjaga diri sendiri”.

Sehingga yang bertugas member makan larva dalam hal ini ialah semut dewasa. Dimana makanan telah dikumpulkan dalam satu wadah yang sewaktu-waktu apabila telur telah menetas langsung siap makan.

Lebah

Lebah juga dikategorikan sebagai hewan yang bermetamorfosis sempurna, karena dalam perkembangan sampai menuju dewasa, ia mengalami 4 tahapan. Mulai dari fase telur sampai fase imago membutuhkan waktu antara 16 sampai 23 hari tergantung pada jenis lebahnya.

Kehidupan lebah ia memiliki 3 jenis, yakni lebih pekerja, ratu lebah dan lebih prajurit. Lebah pekerja bertugas mencari nectar atau benag sari. Lebah prajurit bertugas menjaga sarang dari berbagai predator, dan rati bertugas memproduksi keturunan.

Kutu

Kutu merupakan jenis serangga penggangu yang biasa sampai di rambut manusia dan hewan berbulu, induk kutu mampu bertelur sebanyak 6 butir sehari. Apabila telur ini telah melekat di bagian rambut maka akan sulit dilepas.

Lalu setelah 8 hari telur menetas dan akhirnya berubah menjadi imago. Kutu dalam proses hidupnya hinggap di rambut yang jarang dirawat. Serta ia mampu loncat dari satu rambut ke rambut orang lain melalui sisir, topi, bantal dan handuk.

Kumbang

Kumbang atau Coleoptera ialah jenis hewan yang masuk ke dalam ordo dari jenis serangga. Kara Coleoptera berasal dalam bahasa Yunani ialah κολεός, koleos, dan πτερόν, pteron yang apabila disatukan bermakna sayap berlapis.

Setiap jenis kumbang memiliki 2 pasang sayap dimana sepasang sayap yang berada di bagian depan disebut elytra. Kedua pasang sayap ini akan mengeras dan menebal sehingga dapat berfungsi melindungi bagian belakang tubuh dari serangan predator dan kumbang sejenis.

Baca Juga :  7 Contoh Hewan Vivipar

Katak

Dari sekian banyak contoh yang diberikan diatas hanya kataklah yang sangat berbeda. Jika contoh sebelumnya berkaitan dengan serangga sedangkan contoh yang ini dari jenis amfibi. Katak ialah hewan amfibi yakni hidup di dua alam, terjadi perdebatan apakah katak digolongkan ke dalam hewan holometabola.

“Meskipun katak tidak mengalami fase pupa, namun pada proses perkembangannya terjadi perubahan besar di organ dan fungsi organ katak”.  Hal inilah yang kemudian menjadi alas an kenapa katak dikategorikan sebagai hewan metamorfosis sempurna.

Contohnya berudu atau bayi katak pada mulanya tidak memiliki kaki dan tangan, akan tetapi memiliki ekor yang difungsikan sebagai alat untuk berenang di air tawar. Begitu juga halnya insang yang terdapat dibawah perutnya digunakan untuk bernafas.

Seiring dengan berjalan waktu bayi katak tumbuh sekaligus menyempurnakan fungsi organ yang ada pada tubuhnya. Hingga pada akhirnya ia memiliki 4 kaki, ekor pada bagian tubuhnya menghilang dan insang dibawah perutnya diganti dengan paru-paru. Serta juga berudu yang awalnya hanya bisa hidup di air tawar, setelah tumbuh dewasa dapat hidup di dua alam, yakni didaray dan di air tawar.

Kepijal

Flea ialah sejnis serangga disebut kutu loncat/pinjal. Flea merupakan serangga pemakan darah tanpa sayap “ordo siphonaptera”. Karakteristik gerakannya melompat dan memiliki tubuh yang kecil, mereka mencari menggigit sebagian besar ialah binatang menyusui tetapi juga pada burung.

Sayap Jala Hijau “Lacewings”

Lacewings hijau adalah serangga dalam keluarga besar Chrysopidae urutan Neuroptera.Green lacewings yang halus serangga dengan lebar sayap 6 untuk lebih dari 65 mm, meskipun bentuk terbesar tropis.

Mereka ditandai dengan bidang yang lebar Kosta di venation sayap mereka, yang meliputi lintas-vena. Tubuh yang biasanya terang hijau untuk coklat kehijauan, dan senyawa mata mencolok emas dalam banyak spesies. Sayap biasanya tembus dengan permainan warna sedikit; beberapa memiliki sayap hijau vena atau pola sayap kecoklatan berawan.

Nama vernakular “stinkflies”, yang digunakan terutama untuk Chrysopa spesies, tetapi juga untuk orang lain (misalnya Cunctochrysa) mengacu pada kemampuan mereka untuk melepaskan bau yang keji dari kelenjar prothoracal dipasangkan ketika ditangani.

Lalat Ular “Snakeflies”

lalat ulas “snakefly” ialah nama dari sejenis serangga yang memperoleh nama demikian berkat dada/thoraksnya yang panjang layaknya badan ular. Namun kemiripan

lalat ular dengan hewan ular yang sebenarnya masih belum sampai disana. Sedangga ini bisa mengangkat kepalanya lebih tinggi dari bagian tubuhnya yang lain, sehingga penampilannya

terlihat seolah-olah menyerupai ular yang siap mematauk. Lalat ular juga memiliki tubuh yang berbentuk panjang.

Lalat ulara menjalani metamorfosis sempurna yang terdiri dari fase telur, larva, pupa “kepompong” dan dewasa, ketika sudah waktunya bertelur, lalat betina akan menaruh telur-

telurnya pada batang tanaman yang dipenuhi oleh serangga makanannya. Bergantung dari spesiesnya, telur lalat ular memerlukan waktu antara beberap hari sampai 3 minggu untuk menetas menjadi larva.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Contoh Hewan Yang Mengalami Metamorfosis Sempurna dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.

16 Contoh Hewan Yang Mengalami Metamorfosis Sempurna Beserta Gambarnya Lengkap | Admin14 | 4.5
/* */